gerbang baru nusantara

Petani Masih Rugi, Pemerintah Layak Revisi HPP Gabah Kering Panen

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah merevisi kebijakannya dengan menetapkan HPP GKP (Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen). Alasannya, besaran tersebut masih membuat petani merugi.

Try Wahyudi
Sabtu, 13 April 2024
Bagikan img img img img
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah merevisi kebijakannya dengan
menetapkan HPP GKP (Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen). Alasannya, besaran tersebut masih membuat petani merugi.

Pemerintah Indonesia, melalui Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 167 Tahun 2024, menetapkan fleksibilitas harga
pembelian Gabah Kering Panen (GKP) yang berlaku mulai 3 April hingga 30 Juni 2024. Kisaran harga yang ditetapkan berkisar antara Rp.
5.000/kg hingga Rp. 6.000/kg, sebuah langkah yang diharapkan dapat menstabilkan penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"Saya minta direvisilah. Petani masih mengalami kerugian dengan harga segitu," jelas politisi PDI Perjuangan ini, Sabtu 13 April 2024.

Menurut pria yang akrab dipanggil Rohi ini mengatakan dari hitungan pihaknya ada kenaikan sebesar Rp.1.000 untuk setiap kilogram gabah
yang dihasilkan, dari Rp. 5.050/kg pada tahun 2023 menjadi diatas Rp. 6.000/kg tahun 2024 ini. Tentunya  kenaikan harga tersebut, menurut
dia akan membuat petani berada pada titik impas, tanpa keuntungan yang berarti. "Petani tidak bisa untung. Sebab pasar akan mengacu pada harga
pembelian pemerintah untuk pengadaan CBP (Cadangan Beras Pemerintah)oleh Perum Bulog," jelasnya.

Untuk memberi keuntungan bagi petani, lanjut dia, agar HPP GKP dinaikkan dari Rp. 5.000 per kg menjadi Rp. 7.000 per kg, dengan
harapan dapat memperkuat posisi Perum Bulog dalam menyerap gabah petani, sehingga CBP tidak lagi bergantung pada Beras Impor.
Sejak Desember 2023, harga gabah di tingkat petani mengalami volatilitas yang signifikan. Pada pekan terakhir Maret 2024, harga
gabah anggota SPI turun setiap hari sebesar Rp. 100 rupiah. Di beberapa daerah, harga gabah bahkan jatuh di bawah HPP yang ditetapkan
pemerintah. Di Tuban, Jawa Timur, misalnya, harga gabah anjlok hingga Rp. 4.800-5.000/kg.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya memvalidasi penurunan rata-rata harga gabah di tingkat petani dari Februari 2024 sebesar Rp.
7.261/kg menjadi Rp. 6.736/kg per Maret 2024. Penurunan harga yang drastis ini berpotensi membawa petani ke jurang kebangkrutan.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu