gerbang baru nusantara

Penyumbang PHK Massal Tinggi di Indonesia, Program Padat Karya Layak Dievaluasi

Ketua komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan padat karya. Pasalnya, ternyata secara global program tersebut justru menjadi penyumbang PHK massal terbesar di Indonesia pada semester I 2024.

Try Wahyudi
Kamis, 15 Agustus 2024
Bagikan img img img img
Ketua komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana

Ketua komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan padat karya. Pasalnya, ternyata secara global program tersebut justru menjadi penyumbang PHK massal terbesar di Indonesia pada semester I 2024.

"Pemerintah harus betul-betul mencari formula yang sebaik mungkin untuk mengatasi problem tersebut. Termasuk melakukan evaluasi padat karya yang disebut sebagai salah satu penyumbang masalah tersebut," jelas politisi PDIPerjuangan ini, kamis (15/8/2024).

Mantan ketua DPRD Kediri ini mengatakan sekarang ini masalah PHK massal menjadi momok bagi dunia buruh. Menurutnya, perusahaan tidak boleh seenaknya untuk main PHK buruh. " Harus terlebih dahulu koordinasi dengan pemerintah mencari jalan keluarnya. Apakah perlu dilakukan format lain pengganti padat karya yang penting jangan sampai ada peningkatan pengangguran di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, "jelasnya.

Wanita yang akrab dipanggil bunda Wara ini menambahkan selain itu, PHK massal dipicu masalah produktivitas. Oleh karena itu, ia mendorong agar hak-hak buruh dapat diperhatikan dan buruh dapat memperhatikan keberlangsungan perusahaan.

"Hak-hak buruh harus diperhatikan. Buruh juga harus perhatikan keberlangsungan perusahaan. Kalau tutup kan rugi semua," tuturnya.

Sekedar diketahui,angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia hingga pertengahan 2024 mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Kondisi tersebut diprediksi akan mendongkrak angka pengangguran yang cukup tinggi.

Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Afriansyah Noor menyebutkan sektor padat karya menjadi penyumbang tertinggi angka PHK di Indonesia. Berdasarkan data Kemenaker, pekerja yang terkena PHK pada periode Januari hingga Juni 2024 mencapai 32.064 orang. Angka tersebut naik 21,4% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 26.400 orang.

“Jadi memang setelah kita evaluasi khususnya di bidang padat karya, dampak dari global," ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu