gerbang baru nusantara

Deni Prasetya : Lele dan Patin Hasil Budidaya Kader Ansor Layak Jadi Menu MBG

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Deni Prasetya menyebut ikan lele dan Patin layak menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, Lele dan Patin lebih layak menjadi menu MBG ketimbang serangga dan ulat sebagaimana yang pernah diwacanakan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tubagus Diday
Senin, 03 Februari 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi B DPRD Jatim, H. Deni Prasetya (kanan) menunjukkan produk olahan ikan

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Deni Prasetya menyebut ikan lele dan Patin layak menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, Lele dan Patin lebih layak menjadi menu MBG ketimbang serangga dan ulat sebagaimana yang pernah diwacanakan Badan Gizi Nasional (BGN).

Deni mengungkapkan ikan Patin dan Lele memiliki kandungan protein yang tinggi. Untuk dagingnya pun enak, sehingga bisa diolah dengan berbagai pilihan. Baik digoreng tepung atau pun dibuat pecel lele.

"Saya kira ikan Patin dan Lele lebih layak jadi menu MBG ketimbang serangga dan ulat. Selain bergizi, Patin dan Lele juga lebih manusiawi dikonsumsi," kata Deni, saat meninjau panen ikan Patin di Umbulsari, Jember, Senin (3/2/2025).

Kader Ansor Jatim asal Kencong ini mengungkapkan, budidaya ikan air tawar tidak sulit. Terbukti kader Ansor PAC Umbulsari bisa melakukan budidaya ikan Patin, Lele, Nila dan Gurami. Bahkan hari ini panen raya ikan Patin.

Deni menambahkan, para personil Ansor dan Banser di Umbulsari adalah binaan Bidang Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan untuk budidaya, tapi juga pengolahan dan pengemasan.

"Kami telah mengembangkan Frozen Fish mau pun Frozen Food. Sehingga lebih tahan lama dan bisa dipasarkan ke masyarakat luas, termasuk cafe dan resto," ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini melanjutkan, para kader Ansor dan Banser di Umbulsari ini telah membuktikan kemandirian mereka dalam usaha. Dengan bergotong-royong, mereka membentuk usaha bersama.

Meski telah mandiri, namun Deni menilai para pemuda kreatif itu tetap perlu disokong oleh pemerintah. Tentu harapannya agar usahanya lebih berkembang dan meluas.

"Saya kira support pemasaran dan pendampingan untuk membuka pasar usaha itu yang menjadi instrumen penting yang bisa disokong pemerintah. Selain juga bantuan modal lunak," pungkas Deni.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu