Gus Iwan Kukuhkan Pengurus IKA Unsuda Lamongan Periode 2025-2028 Tugas Besar atasi Problem Kemiskinan
Problem kemiskinan masih menjadi permasalahan besar di Jawa Timur. Mengacu data BPS Jatim, Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 9,56 persen, menurun 0,23 persen poin terhadap Maret 2024. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Lamongan sendiri data per 30 November 2024 tercatat 12,16 persen. Jumlah ini turun 0,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang dilaporkan 12,42 persen. Artinya, Jawa Timur harus bekerja keras untuk terus mengurangi angka kemiskinan di Jatim.
Problem kemiskinan masih menjadi permasalahan besar di Jawa Timur. Mengacu data BPS Jatim, Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 9,56 persen, menurun 0,23 persen poin terhadap Maret 2024. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Lamongan sendiri data per 30 November 2024 tercatat 12,16 persen. Jumlah ini turun 0,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang dilaporkan 12,42 persen. Artinya, Jawa Timur harus bekerja keras untuk terus mengurangi angka kemiskinan di Jatim.
Untuk itu dibutuhkan strategi penanggulangan kemiskinan yang efektif untuk menyelesaikan persoalan ini. Atas dasar inilah Rektor UNSUDA Dr. H. Ahmad Iwan Zunaih, Lc., M.M., M.Pd.I, mengukuhkan pengurus . Ikatan Alumni Universitas Sunan Drajat (IKA Unsuda) Lamongan periode 2025-2028 pada Minggu, 11 Mei 2025. di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran, Lamongan.
Target utama yang ingin dicapai yakni mencetak SDM SDM berdaya guna yang mampu memberikan solusi bagi problem pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi pembangunan sumberdaya manusia yang mampu menjawab problem sosial di masyarakat.
‘Pengurus IKA Unsuda harus bisa menjadi fasilitator jaringan dan mengkonsolidasi semua alumni untuk terlibat dalam pemberdayaan masyarakat sosial sebagai upaya pengentasan kemisikinan,” ujar Kepala Badan Pembangunan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, yang hadir pada kesempatan itu.
Lebih lanjut disampaikannya bahwa IKA UNSUDA yang bernaung di bawah Ponpes Sunan Drajat yang konsisten dan komitmen menyeimbangkan traadisi intelektual dan spiritual adalah aset penting yang dimiliki negara, terutama Provinsi Jawa Timur.
“Karenanya, keberadaan alumni kampus haruslah bisa berkontribusi nyata pada seluruh bidang. Baik bidang intelektual maupun bidang yang berkaitan dengan masalah sosial. Sehingga mampu menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Jatim. ” tambahnya.
“Universitas Sunan Drajat itu aset negara, terutama Provinsi Jawa Timur. Jadi alumninya harus memberi sumbangsih pada semua bidang dan sendi kehidupan sosial,” ujarnya.
Senada dengan Kepala BPSDM, Rektor Unsuda yang akrab dipanggil Gus Iwan yang juga anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, meminta seluruh alumni Unsuda Lamongan bersiap diri , mengoptimalisasi segala kemampuan agar mampu menjawab tantangan perkembangan arus kemajuan industri maupun profesi sebagai dampak globalisasi.
“IKA Unsuda nantinya bisa menjadi pembuka jalan sekaligus pemandu bagi calon alumnus dalam mengakses pekerjaan yang linier dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki. Dan relevan dengan dunia kerja. Sehingga setelah lulus, mahasiswa adaptif dan aplikatif dengan dunia kerja ,” pungkasnya.










