gerbang baru nusantara

Fraksi PDIP DPRD Jatim minta Direksi dan Komisaris baru Bank Jatim segera pulihkan kepercayaan publik

Susunan baru Direksi dan Komisaris Bank Jatim hasil Rapat Umum Pemgang Saham (RUPS) yang di gelar bulan Mei 2025 kemarin, mendapat perhatian Fraksi PDIP DPRD Jatim. Apalagi Bank Jatim akhir akhir akhir ini menghadapi beberapa permasalahan. Diantaranya kasus Kredit Fiktif yang terjadi di Bank Jatim Cabang Jakarta dan munculnya dugaan nepotisme di internal Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim ini.

Ari Setiabudi
Rabu, 11 Juni 2025
Bagikan img img img img
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana

Susunan baru Direksi dan Komisaris Bank Jatim hasil Rapat Umum Pemgang Saham (RUPS) yang di gelar bulan Mei 2025 kemarin, mendapat perhatian Fraksi PDIP DPRD Jatim. Apalagi Bank Jatim akhir akhir akhir ini menghadapi beberapa permasalahan. Diantaranya kasus Kredit Fiktif yang terjadi di Bank Jatim Cabang Jakarta dan munculnya dugaan nepotisme di internal Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim ini.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan bahwa tantangan terbesar jajaran baru bukan sekadar mencetak laba, melainkan memulihkan kepercayaan publik yang telah terkikis. 

“Bank Jatim bukan hanya mesin bisnis, tetapi representasi dari tata kelola keuangan daerah. Kepercayaan publik adalah modal utama. Direksi dan Komisaris baru wajib menunjukkan bahwa mereka layak dipercaya,” tegas Wara Sundari Renny Pramana, Rabu (11/06/25).

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga menggarisbawahi tiga tantangan utama yang kini membayangi langkah awal kepemimpinan baru Bank Jatim. 

Pertama soal Politisasi Jabatan dimana Masyarakat menangkap sinyal bahwa penunjukan pimpinan bank lebih condong pada kepentingan politik ketimbang integritas dan profesionalisme. Hal ini kata Bunda Renny sapaan akrab Wara Sundari Renny Pramana bisa menjadi bom waktu jika tidak dijawab secara transparan. Kedua lanjutnya, perlu ada informasi mengenai kondisi dan arah strategis Bank Jatim, memperdalam keraguan publik. 

“Kurangnya keterbukaan atas hal ini menciptakan jarak antara manajemen dan para pemangku kepentingan terlebih BUMD Ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya

Menurut Bunda Renny Fraksi PDI Perjuangan juga melihat perlunya Transformasi Digital dalam pengelolaan sebuah Bank. Di era perbankan digital yang bergerak cepat, Bank Jatim dinilai masih belum maksimal dalam hal inovasi layanan. 

"Hal ini bisa menjadi ancaman serius terhadap daya saing ke depan," ucapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bunda Renny mendorong Direksi dan Komisaris baru untuk segera mengambil langkah nyata. Mulai dari audit Internal dan Roadmap Pemulihan serta Komunikasi Proaktif dengan para pemangku kebijakan di Jawa Timur. Prinsip good corporate governance (GCG) harus ditegakkan secara konsisten. Termasuk keterbukaan dalam pemberian kredit UMKM, dan penempatan jabatan. 

“Bank Jatim harus mempercepat transformasi digital. Mulai dari mobile banking, pelayanan berbasis AI, hingga mendorong inklusi keuangan di pelosok Jawa Timur,” sebutnya.

Menurut Politisi asli Kediri ini, profitabilitas bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan kepemimpinan baru Bank Jatim. Jauh lebih penting adalah kemampuan mereka mengembalikan kredibilitas institusi dan membuktikan bahwa bank daerah ini bisa dikelola secara profesional, terbuka, dan modern.  

“Masyarakat sedang menunggu pembuktian. Jangan sia-siakan momentum ini. Pulihkan kepercayaan publik, maka kejayaan Bank Jatim akan kembali,” pungkas Bunda Renny. 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu