gerbang baru nusantara

Viral Santri Dianiaya Pengasuh Ponpes di Malang, Dewanti: Bantu Pemulihan Korban Dari Trauma

Aksi kekerasan jenis penganiayaan yang dialami santri di sebuah ponpes di Malang menjadi perhatian publik.

Try Wahyudi
Sabtu, 12 Juli 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko

Aksi kekerasan jenis penganiayaan yang dialami santri di sebuah ponpes di Malang menjadi perhatian publik. Terlebih kasus tersebut mencuat di medsos dan menjadi viral. Kasus ini sekarang sudah ditangani pihak Polres Malang.

Anggota DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko mengatakan pihaknya merasa prihatin atas peristiwa tersebut.

"Tentunya prihatin adanya kekerasan tersebut. Kalau tujuannya untuk memberikan sanksi, harusnya sanksi yang mendidik jangan ada penganiayaan," jelas mantan walikota Batu ini, Sabtu (12/7/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan akibat aksi penganiayaan tersebut, korban sekarang ini korban mengalami luka di bagian betis dan tungkai kaki akibat pemukulan.

"Dari informasi tim saya dilapangan pelaku penganiayaan dilakukan dilakukan oleh salah satu pengasuh pondok pesantren karena korban keluar pondok untuk membeli makanan," tuturnya.

"Harusnya," sambung Dewanti, "kalau niatnya mendidik untuk ada efek jera, tentunya cukup diberi teguran atau peringatan saja."

"Kalaupun harus disertai pemukulan, tentunya tidak sampai luka dengan tujuan untuk menimbulkan efek jera," jelasnya.

Dewanti berharap dalam kasus ini proses hukum harus tetap dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Kasihan korban akibat penganiayaan tersebut," terangnya.

Tak hanya itu, Dewanti mendorong agar ada upaya dari pihak terkait untuk melakukan pendampingan terhadap korban pasca penganiayaan tersebut.

"Harus ada pemulihan trauma atas peristiwa yang dialami oleh korban. Jangan sampai peristiwa ini selalu diingatnya secara terus menerus yang tentunya akan menimbulkan trauma bagi korban di masa depannya nanti," tandasnya.

Seorang santri berinisial AZR, 14, diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Insiden ini terekam dalam video dan viral di media sosial.

Pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

"Penanganan kasus ini tetap berlanjut sesuai prosedur. Kami pastikan semua proses berjalan transparan dan profesional. Polres Malang berkomitmen memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak," ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu