gerbang baru nusantara

Pemerintah Bangun Banyak Bandara Internasional di Daerah, Jember Layak Punya

Presiden Prabowo Subianto meminta agar ada lebih banyak bandara di Indonesia yang bisa dibuka sebagai bandara internasional.

Try Wahyudi
Sabtu, 02 Agustus 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Satib

Presiden Prabowo Subianto meminta agar ada lebih banyak bandara di Indonesia yang bisa dibuka sebagai bandara internasional. Harapannya, diperlukan agar lebih banyak penerbangan internasional yang terhubung langsung ke Indonesia yang tentunya menguntungkan masing-masing daerah terutama dalam peningkatan ekonomi daerah.

Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Satib mengatakan tujuan utama pemerintah membangun bandara internasional di daerah adalah untuk meningkatkan konektivitas, mendukung pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Bandara internasional juga berperan penting dalam memfasilitasi perdagangan internasional dan membuka akses ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil," kata pria asa Jember ini, Sabtu (2/8/2025).

Satib lalu mengatakan pembangunan bandara internasional di daerah bukan hanya tentang membangun infrastruktur transportasi, tetapi juga tentang menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

"Pembangunan bandara di daerah bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, dengan memberikan akses yang lebih baik ke berbagai layanan dan fasilitas," terangnya.

Politisi Gerindra ini lalu mencontohkan keberadaan bandara Notohadinegoro di Jember yang sekarang masih diupayakan pemkab Jember untuk percepatan untuk mengaktifkan penerbangan di tempat tersebut.

"Jika ini terwujud saya optimis setelah aktif tentunya bisa menjadi bandara internasional. Jika ini terwujud akan membawa peningkatan ekonomi di Jember," terangnya.

Diakui olehnya, selama ini okupansi dari masyarakat untuk memaksimalkan bandara di Jember rendah.

"Saya berharap jika nantinya ada kolaborasi antar semua pihak terkait okupansi penumpang di bandara Notohadinegoro Jember meningkat. Terlebih jika statusnya meningkat jadi bandar Internasional," jelas pria penggemar sepak bola ini.

Tak hanya itu, jika nantinya bandara Notohadinegoro di Jember menjadi bandara internasional nantinya bisa menjadi  menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dengan meningkatkan aktivitas ekonomi, perdagangan, dan investasi.

"Kalau ini terwujud maka bisa menjadi salah satu cara untuk pengentasan di Jember," tandasnya.

Sekedar diketahui, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk memperluas jaringan bandara internasional di seluruh Indonesia. Perintah ini disampaikan dalam rapat terbatas virtual dari kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk mengevaluasi program kerja Kabinet Merah Putih.

Kementerian Perhubungan pada 29 April 2024, yaitu pada masa pemerintahan sebelum Presiden Prabowo, menutup 18 bandara internasional di berbagai daerah sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.

Dalam keputusan itu, ada 18 bandara yang dicabut statusnya sebagai bandara internasional, yaitu:

  • Bandara Maimun Saleh di Sabang,
  • Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit,
  • Bandara Radin Inten II di Lampung,
  • Bandara Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan,
  • Bandara Husein Sastranegara di Bandung,
  • Bandara Adisutjipto di Yogyakarta,
  • Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang,
  • Bandara Adi Soemarmo di Solo,
  • Bandara Banyuwangi di Banyuwangi,
  • Bandara Supadio di Pontianak,
  • Bandara Juwata di Tarakan,
  • Bandara El Tari di Kupang,
  • Bandara Pattimura di Ambon,
  • Bandara Frans Kaisiepo di Biak,
  • Bandara Mopah di Merauke,
  • dan Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu