gerbang baru nusantara

Harisandi Minta Hasil Uji Lab Semburan Minyak di Bangkalan Dibeber Terbuka

DPRD Jatim mendesak hasil uji laboratorium semburan minyak dari sumur bor warga di Bangkalan diumumkan terbuka demi keselamatan masyarakat.

Try Wahyudi
Minggu, 18 Januari 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, meminta hasil uji laboratorium semburan minyak di Bangkalan dibuka secara transparan.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Raden Harisandi Savari, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan instansi terkait segera mengamankan lokasi sumur bor milik warga di Kabupaten Bangkalan yang mengeluarkan cairan diduga minyak.

Harisandi menegaskan, langkah pengamanan penting dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan warga serta potensi dampak lingkungan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Lokasi harus disterilkan dan warga tidak diperbolehkan lagi mengambil cairan tersebut sebelum ada hasil uji resmi dari ESDM,” kata Harisandi, Minggu (18/01/2026).

DPRD Dorong Transparansi Uji Laboratorium ESDM

Ia mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur mempercepat proses uji laboratorium dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Harisandi, fenomena tersebut tidak boleh langsung disimpulkan sebagai temuan minyak bumi tanpa kajian ilmiah yang komprehensif.
“Jangan sampai muncul anggapan ini ladang minyak yang bisa dikelola bebas. Semua harus menunggu hasil kajian resmi,” ujarnya.

Baca Selengkapnya: Kebutuhan sumur bor dan air bersih di sejumlah desa yang mengalami krisis air

Pendekatan Persuasif, Warga Tidak Boleh Dik kriminalisasi

Harisandi menegaskan, Komisi D DPRD Jatim berencana turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur serta menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Ia juga menekankan bahwa warga tidak boleh dikriminalisasi karena pengeboran awal dilakukan untuk mencari air bersih, bukan untuk kegiatan eksploitasi migas.
“Pendekatannya harus persuasif dan edukatif. Negara harus hadir melindungi masyarakat,” tegasnya.

Baca Selengkapnya: Desa-desa langganan kekeringan yang membutuhkan pembangunan sumur bor

Baca Selengkapnya: Desakan DPRD Jatim agar Pemprov segera membangun sumur bor di daerah terdampak

Lokasi Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Pemeriksaan Resmi

Diketahui, sumur bor milik warga di Kabupaten Bangkalan mengeluarkan cairan berwarna gelap dan berbau menyengat yang diduga minyak. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga dan viral di media sosial. Saat ini, lokasi sumur telah ditutup sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu