Dukung Integrasi Terminal dan Jalur Wisata, Trans Gajayana Dinilai Perkuat Transportasi Malang Raya DPRD Jatim Dorong Trans Gajayana Menjangkau Kawasan Gadang dan Kepanjen
DPRD Jatim mendukung pengembangan Trans Gajayana di Malang Raya agar terintegrasi dengan terminal dan jalur wisata, guna meningkatkan mobilitas, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Surabaya — Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan layanan transportasi Trans Gajayana di wilayah Malang Raya, khususnya agar rute dapat menjangkau kawasan Gadang dan Kepanjen yang dinilai masih minim angkutan umum.
Menurut Siadi, wilayah tersebut memiliki potensi strategis sebagai akses menuju kawasan wisata di Malang Selatan.
“Wilayah tersebut diharapkan menjadi akses wisata. Untuk menuju Malang Selatan yang memiliki banyak objek wisata, wisatawan umumnya melewati dua wilayah tersebut,” ujar politisi Partai Golkar, Rabu (04/02/2026).
Ia menilai pengembangan Trans Gajayana berpotensi meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta menyediakan pilihan transportasi publik yang terjangkau.
Isu optimalisasi transportasi dan terminal sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Jawa Timur, termasuk evaluasi terhadap fungsi terminal yang belum maksimal (baca selengkapnya: sorotan DPRD Jatim terhadap sepinya aktivitas terminal dan pentingnya optimalisasi layanan transportasi
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/14561/dprd-jatim-soroti-sepinya-terminal-hamid-rusdi-malang).
Integrasi Terminal Tipe B Dinilai Penting
Siadi juga mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan layanan Trans Gajayana yang terintegrasi dengan terminal tipe B di Malang Raya.
Menurutnya, salah satu misi penting dalam perluasan layanan Trans Jatim di Malang Raya adalah mengoptimalkan kembali fungsi terminal tipe B yang selama ini dinilai belum maksimal dalam melayani penumpang.
“Dengan menjadikan terminal sebagai simpul utama operasional Trans Gajayana, pemerintah berupaya mengembalikan fungsi terminal sebagai pusat distribusi penumpang yang tertib dan terintegrasi,” jelasnya.
Upaya peningkatan kesiapan terminal dan layanan transportasi juga pernah menjadi perhatian DPRD Jawa Timur dalam menghadapi mobilitas masyarakat, termasuk pada periode arus mudik dan balik (baca selengkapnya: permintaan DPRD Jatim agar pengelola terminal meningkatkan pelayanan dan kesiapan fasilitas transportasi
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13920/hadapi-arus-mudik-dan-balik-komisi-d-minta-pengelola-terminal-purabay).
Transportasi Terintegrasi Dukung Pariwisata Malang Raya
Malang Raya dikenal memiliki berbagai destinasi wisata unggulan, mulai dari wisata petik apel di Kota Batu hingga kawasan pantai di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Karena itu, perencanaan koridor Trans Jatim di kawasan tersebut diarahkan untuk menjangkau titik-titik wisata utama. Integrasi antara transportasi massal dan jalur wisata dinilai penting agar wisatawan domestik maupun mancanegara lebih mudah menjangkau destinasi.
Kunjungan kerja DPRD Jawa Timur ke sejumlah terminal sebelumnya juga menekankan pentingnya penguatan fungsi terminal sebagai simpul transportasi regional (baca selengkapnya: kunjungan kerja DPRD Jatim untuk meningkatkan pelayanan terminal tipe B dan konektivitas transportasi daerah
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13014/kunjungan-kerja-komisi-c-dprd-jatim-ke-terminal-tipe-b-kepuhsari-jomba).
Siadi berharap pengembangan Trans Gajayana dapat memperkuat konektivitas wilayah, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Malang Raya










