gerbang baru nusantara

Mudik Lebaran 2026 Dibayangi Cuaca Ekstrem, Warga Malang Raya Diminta Waspada

Anggota Komisi D DPRD Jatim Siadi mengingatkan pemudik agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan jalur tanjakan di Malang Raya saat Mudik Lebaran 2026 guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Try Wahyudi
Sabtu, 21 Februari 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Siadi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan kondisi jalur tanjakan di Malang Raya menjelang Mudik Lebaran 2026.

DPRD Jatim Ingatkan Risiko Jalur Tanjakan dan Turunan di Malang Raya

Surabaya – Kondisi tekstur jalan yang didominasi tanjakan dan turunan tajam di wilayah Malang Raya menjadi perhatian serius anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Siadi, menjelang arus Mudik Lebaran 2026.

Menurutnya, faktor geografis tersebut akan semakin berisiko jika dipadukan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Politisi Partai Golkar itu mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut selama periode mudik.

“Pengendara perlu memahami teknik dasar berkendara di jalur tanjakan dan turunan, seperti memanfaatkan engine brake saat turunan dan menjaga jarak aman,” ujar Siadi, Sabtu (21/02/2026).

Cuaca Hujan Tingkatkan Risiko Kecelakaan

Siadi menambahkan bahwa kondisi hujan dapat meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas karena permukaan jalan menjadi lebih licin.

Karena itu, ia meminta para pengendara mengurangi kecepatan dan menghindari pengereman mendadak saat berkendara di tengah hujan.

“Saat hujan, kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak karena jalan menjadi lebih licin,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa budaya keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

“Keselamatan di jalan raya harus bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” tuturnya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik

Lebih lanjut, Siadi menilai tantangan Mudik Lebaran 2026 tidak hanya berkaitan dengan volume kendaraan, tetapi juga potensi cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim.

Menurutnya, kondisi cuaca memang tidak dapat dikendalikan, tetapi perilaku berkendara yang aman dapat dipersiapkan oleh setiap pengendara.

“Cuaca tidak bisa dikendalikan, tetapi cara berkendara bisa dipersiapkan. Mari berkendara dengan baik demi terciptanya perjalanan yang aman serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus mudik nanti,” tandasnya.

Peringatan tersebut sejalan dengan berbagai upaya peningkatan keselamatan mudik yang sebelumnya juga disoroti DPRD Jawa Timur.

Salah satunya terkait pentingnya strategi transportasi yang matang menghadapi potensi cuaca ekstrem saat periode libur panjang (baca selengkapnya: strategi antisipasi cuaca ekstrem saat arus mudik dan libur panjang oleh DPRD Jatim)
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15262/waspada-cuaca-ekstrem-nataru-harisandi-minta-strategi-mudik-matang

Selain itu, DPRD Jatim juga menilai penurunan angka kecelakaan saat periode mudik sebelumnya sebagai indikator keberhasilan manajemen transportasi dan keselamatan jalan (baca selengkapnya: evaluasi keberhasilan manajemen transportasi saat mudik sebelumnya)
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13967/laka-lantas-turun-lebaran-2025-agung-mulyono-bukti-keberhasilan-mudi

Upaya lain yang terus didorong adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan menjelang musim mudik agar mobilitas masyarakat tetap aman (baca selengkapnya: dorongan DPRD Jatim untuk percepatan perbaikan infrastruktur menjelang mudik)
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13937/dprd-jatim-dorong-pemprov-percepat-perbaikan-infrastruktur-jelang-mudi

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu