Inilah Titik Potensi Kerawanan Yang Harus Diantisipasi di Blitar Dan Tulungagung
Anggota Komisi D DPRD Jatim Heri Romadhon memetakan potensi kemacetan, kecelakaan, dan bencana hidrometeorologi saat Mudik Lebaran 2026 di Blitar dan Tulungagung.
DPRD Jatim Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran 2026
Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Heri Romadhon, mengungkapkan sejumlah titik potensi kerawanan yang harus diantisipasi pemudik saat Mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Kerawanan tersebut meliputi potensi bencana alam, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar serta Kabupaten Tulungagung.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, lonjakan mobilitas masyarakat diprediksi meningkat signifikan karena periode libur Lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi 2026. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan di sejumlah jalur utama.
Titik Rawan Kemacetan dan Perbaikan Infrastruktur
Heri menyebut, di Kabupaten Tulungagung, kewaspadaan tinggi diperlukan di sekitar perlintasan sebidang Kedungwaru yang mengalami penyempitan jalur. Sementara di Kabupaten Blitar, titik rawan kemacetan diprediksi terjadi di jalur penghubung Blitar–Tulungagung–Kediri serta akses menuju destinasi wisata pantai di wilayah selatan.
“Di Kabupaten Blitar, titik rawan macet diprediksi pada jalur penghubung Blitar–Tulungagung–Kediri serta akses menuju destinasi wisata pantai di wilayah selatan,” jelas Heri, Selasa (03/03/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Blitar saat ini tengah melakukan perbaikan tambal sulam di 14 titik jalur mudik utama, termasuk jalur Blitar–Bakung dan Tambakrejo. Namun, ketahanan aspal pasca-perbaikan menjadi catatan kritis menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Sebelumnya, DPRD Jawa Timur juga mendorong percepatan perbaikan infrastruktur menjelang musim mudik Komisi D DPRD Jatim juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah simpul transportasi sebagai langkah antisipasi kepadatan dan gangguan layanan
baca selengkapnya:
-
DPRD Jatim dorong percepatan perbaikan infrastruktur jelang mudik untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas
-
Komisi D DPRD Jatim sidak Stasiun Pasar Turi untuk memastikan kesiapan transportasi publik
Peningkatan Kecelakaan dan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Selain potensi kemacetan, Heri mengungkapkan adanya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 15 persen pada awal 2026 di Tulungagung. Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih dari para pemudik, terutama di jalur padat dan titik penyempitan jalan.
Terkait potensi bencana alam, ia menegaskan bahwa Lebaran 2026 bertepatan dengan masa transisi cuaca dengan risiko bencana hidrometeorologi yang masih tinggi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir diperkirakan terjadi di wilayah Tulungagung dan Blitar hingga awal 2026.
Pemerintah daerah Tulungagung disebut memfokuskan mitigasi pada wilayah rawan longsor dan banjir di tiga kecamatan terdampak sejak awal tahun. Di Blitar, wilayah utara seperti Kecamatan Gandusari rawan longsor, sementara wilayah selatan diwaspadai terhadap potensi banjir rob.
Sebelumnya, DPRD Jatim juga mengingatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem saat periode Natal dan Tahun Baru sebagai bagian dari mitigasi risiko transportasi dan keselamatan publik










