gerbang baru nusantara

Ada 295 Perlintasan Kereta Api di Jatim Tak Berpalang Pintu, Dewanti: Pemudik Harus Hati-Hati Saat Mudik

DPRD Jatim mengingatkan 295 perlintasan kereta tanpa palang di Jatim berpotensi membahayakan pemudik. Edukasi dan pengamanan diminta diperkuat.

Try Wahyudi
Jumat, 13 Maret 2026
Bagikan img img img img
Dewanti Rumpoko, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, mengingatkan bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu menjelang mudik 2026.

DPRD Jatim Soroti Perlintasan KA Tanpa Pengamanan

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api di Jawa Timur.

Ia menyebut masih terdapat ratusan perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu maupun penjaga (penjaga jalan lintasan/PJL).

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh, di Jawa Timur terdapat 295 perlintasan kereta api sebidang yang tidak memiliki penjaga maupun palang pintu,” ujar Dewanti, Jumat (13/03/2026).

Menurut mantan Wali Kota Batu tersebut, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama mudik Lebaran 2026.

Baca selengkapnya:

 

295 Perlintasan Tak Terjaga dari 1.001 Titik

Dewanti mengungkapkan, dari total 1.001 perlintasan sebidang di Jawa Timur, sebanyak 295 titik belum memiliki pengamanan memadai.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan petugas penjaga lintasan (PJL), terlebih dengan adanya penambahan perjalanan kereta api selama periode mudik Lebaran 2026.

“Perlu disiapkan secara maksimal petugas PJL, mengingat pemerintah akan menambah jumlah perjalanan kereta untuk melayani mudik Lebaran 2026,” tuturnya.

Baca selengkapnya:

 

Edukasi dan Penguatan Keselamatan Jadi Kunci

Selain penambahan petugas, Dewanti juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada petugas PJL agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Perlu edukasi dan sosialisasi kepada petugas PJL terus dimasifkan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan selama arus mudik,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi meningkatkan keselamatan transportasi, terutama di titik rawan seperti perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Baca selengkapnya:

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu