Lonjakan Pemudik di Malang Raya Terus Meningkat, Mobilisasi Ke Tempat Wisata
Lonjakan kendaraan menuju Malang Raya meningkat hingga 40 persen pada H+3 Lebaran 2026. DPRD Jatim mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di kawasan wisata.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Siadi, mengungkapkan bahwa pada H+3 Lebaran 2026 arus kendaraan di ruas tol wilayah Malang meningkat hingga 40 persen.
Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata ke Malang Raya, khususnya Kota Batu dan jalur pantai selatan.
“Kenaikan tertinggi terjadi di Gerbang Tol Karanglo dari 15.566 menjadi 21.902 kendaraan,” ujar Siadi, Senin (23/03/2026).
Selain itu, lonjakan juga terjadi di Gerbang Tol Lawang dari 3.639 menjadi 4.958 kendaraan, serta Gerbang Tol Pakis dari 3.088 menjadi 4.011 kendaraan.
(Baca selengkapnya: DPRD Jatim mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan transportasi untuk mendukung kelancaran mudik
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15426/mudik-2026-dprd-jatim-minta-perbaikan-jalan-dan-transportasi)
H2: Wisata Jadi Pemicu Lonjakan Mobilitas Masyarakat
Menurut Siadi, lonjakan kendaraan ini menunjukkan pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata yang meningkat signifikan selama libur Lebaran.
“Lonjakan ini merupakan pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata, terutama ke Kota Batu dan jalur pantai selatan,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Data Operasi Ketupat Semeru 2026 mencatat jumlah kendaraan keluar Kabupaten Malang dalam dua hari terakhir, yakni 21–22/03/2026, meningkat dari 22.293 unit menjadi 30.871 unit atau sekitar 38 persen.
(Baca selengkapnya: DPRD Jatim mengidentifikasi puluhan titik rawan mudik yang perlu diwaspadai pemudik
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15424/79-titik-rawan-mudik-di-jatim-dprd-imbau-pemudik-waspada)
H2: DPRD Jatim Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kawasan Wisata
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat ke kawasan wisata, Siadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Banyak lokasi wisata alam di Kota Batu sehingga rawan terjadi bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor atau banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampaknya,” tegasnya.
Imbauan ini juga sejalan dengan upaya DPRD Jatim dalam memastikan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
(Baca selengkapnya: DPRD Jatim juga meminta kesiapsiagaan tenaga medis selama arus mudik untuk mengantisipasi risiko kesehatan
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15421/fraksi-pdip-dprd-jatim-minta-tenaga-medis-siaga-saat-mudik)










