gerbang baru nusantara

8 Desa di Malang Krisis Air, Siadi Dorong Mitigasi Jangka Panjang

Siadi mendorong penanganan kekeringan di Kabupaten Malang melalui mitigasi jangka panjang, pipanisasi, sumur bor, serta penguatan infrastruktur air bersih.

Try Wahyudi
Sabtu, 12 September 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, mendorong penguatan mitigasi dan infrastruktur air untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Malang.

SURABAYA — Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Timur membawa dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, memberikan perhatian serius. Politikus senior Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait harus segera mengambil langkah taktis dan strategis agar masyarakat tidak terus-menerus menderita akibat krisis air bersih.

Menurut Siadi, penanganan kekeringan tidak boleh hanya bersifat darurat atau reaktif saat musim kemarau tiba, melainkan harus ada mitigasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Ia mendorong penguatan infrastruktur pengairan, seperti pembangunan sumur bor di titik-titik strategis, perbaikan daerah aliran sungai, serta optimalisasi waduk dan embung penampung air hujan.

“Krisis air bersih di Malang Raya, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, merupakan persoalan klasik yang harus dicarikan solusi permanen. Kami di Komisi D DPRD Jatim mendorong adanya akselerasi program pipanisasi dan pembangunan infrastruktur air bersih yang menjangkau kawasan-kawasan rawan kekeringan,” ujar Siadi, Sabtu (12/9/2026).

Siadi juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Malang, khususnya di wilayah selatan yang secara geografis merupakan kawasan perbukitan kapur, untuk meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi potensi bencana kekeringan.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan BPBD proaktif memetakan kantong-kantong air baru serta menggandeng pihak swasta maupun instansi terkait, seperti kepolisian, untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih.

“Kami meminta agar suplai air bersih ke desa-desa terdampak benar-benar diprioritaskan. Jangan sampai warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Sinergi antara Pemkab Malang, BPBD, dan dukungan DPRD Jatim akan terus kami perkuat demi menjamin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah cuaca ekstrem ini,” pungkasnya.

Berdasarkan data pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tercatat sebanyak delapan desa yang tersebar di enam kecamatan mengalami krisis air bersih dan harus bergantung pada pasokan darurat.

Wilayah yang terdampak kekeringan ini meliputi Desa Sumberagung, Desa Sitiarjo, dan Desa Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Krisis serupa juga melanda Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo, Desa Kalirejo di Kecamatan Kalipare, serta Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak. (Yudhie)

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu