Lebih Menguntungkan Masyarakat Tak Mampu, DPRD Jatim Sebut SKT Lebih Bagus Daripada BPJS
Lebih Menguntungkan Masyarakat Tak Mampu, DPRD Jatim Sebut SKT Lebih Bagus Daripada BPJS
Lebih Menguntungkan Masyarakat Tak Mampu, DPRD Jatim Sebut SKT Lebih Bagus Daripada BPJS
Anggota DPRD Jatim Kusnadi mengatakan bahwa program pemerintah terhadap kesehatan yang justru menguntungkan warga miskin adalah SKT (Surat Keterangan Tidak Mampu). Menurut politisi asal FPD DPRD Jatim ini, SKT dinilai sangat membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
”SKT ini justru sangat membantu bagi masyarakat miskin baik untuk berobat maupun untuk pendidikan.,”jelasnya, saat dikonfirmasi, Kamis (17/1).
Pria asal Probolinggo ini mengatakan justru sebaliknya pelayanan BPJS kurang maksimal dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat khususnya bagi tidak mampu. iuran bulanan sebesar Rp 60 ribu per kepala, sambung Kusnadi, dirasa sangat membebani warga yang pengahasilannya sebagai buruh tani yang hanya berpenghasilan Rp 10 ribu per hari.
“Belum untuk kebutuhan makan sehari-hati, kebutuhan untuk sekolah anak-anak hingga masyarakaat enggan untuk ikut BPJS. Hasilnya masyarakat jika sakit tidak bisa tanggung dengan biaya BPJS,”ungkapnya .
Kedepan, kata Mantan Sekkab Probolinggo ini mengatakan dirinya berharap SKT inilah nantinya yang bisa dimaksimalkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Jatim” Bagi orang tidak mampu, maka cukup SKT saja. Sedangkan BPJS dimanfaatkan bagi warga yang sudah berpenghasilan minimal sesuai UMR di masing-masing Kabupaten atau Kota di Jawa Timur,”tuturnya.










