Jalan Antar Desa, Irigasi di Mojokerto, Jombang dan Nganjuk Perlu Perbaikan
Jalan Antar Desa, Irigasi di Mojokerto, Jombang dan Nganjuk Perlu Perbaikan
Jalan Antar Desa, Irigasi di Mojokerto, Jombang dan Nganjuk Perlu Perbaikan
Salah satu Wakil Rakyat yang duduk di gedung DPRD Jatim ini tiada hentinya menyuarakan kepada pemerintah untuk selalu membangun infrastruktur jalan antar desa yang rusak dan memperbaiki irigasi pertanian
Drs. H. Imam Makhruf, Anggota DPRD Jawa Timur yang mewakili aspirasi masyarakat di wilayah Dapil 8 ( Mojokerto, Jombang, Nganjuk) mengatakan hingga kini di daerah pedesaan khususnya di desa yang berada di wilayah asal ia maju masih sering kita jumpai jalan becek ,rusak dan buruknya sistem irigasi pertanian.
"Kasihan warga di sana jika mau melakukan aktivitas keseharian mereka harus hati hati karena jalannya banyak yang berlubang dan rusak sehingga banyak warga desa mengeluh kepada dirinya ketika melakukan tugas reses dari kedewanan, " Terang Imam Makhruf saat di temui di gedung DPRD Jatim di jalan Indrapura Surabaya.
Politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jatim ini menegaskan jika selama ini warga Mojokerto, Jombang dan Nganjuk yang ada di pedesaan sangat prihatin dengan kondisi jalan yang berada di wilayahnya karena ini sangat menggangu dan tidak jarang juga mereka mengalami kecelakaan karena kendaraannya masuk atau nyelip masuk ke jalan yang berlubang tersebut.
" Jika musim kemarau jalan tetsebut akan berdebu dan jika musim penghujan jalan tersebut akan di pastikan becek, " Ucap pria yang akrab di sapa Gus Makhruf ini.
Selain itu persoalan sistem irigasi untuk mengairi sawah pertanian perlu perhatian juga dari pemerintah.
Maka itu selain melihat kondisi jalan antar desa yang memprihatinkan, masih terang Gus Makhruf, dirinya terus mendesak kapada pemerintah baik tingkat 1 maupun tingkat 2 melalui Dinas terkait untuk saling berkoordinasi memperbaiki jalan antar desa dan irigasi pertanianuntuk segera di perbaiki.
Sedangkan persoalan yang terkait dengan generasi penerus bagi muda mudi yang ada di pedesaan, semestinya pemerintah memberikan pelatihan pelatihan seperti pemberdayaan masyarakat bagi tenaga kerja.
"Pembinaan masyarakat dan pengembangan usaha yang di wilayah pedesaan harus mendapat suport dari Dinas terkait seperti saat ini pemberdayaan dan pembibitan lele dan gurami. Begitu juga pengembangan sarang burung walet ," terang Gus Makhruf.
Selanjutnya persoalan sarana dan prasarana pendidikan masih perlu di perjuangkan karena selama ini menurut pantauan di lapangan masih banyak kurang mendapat bantuan dari pemerintah khususnya sekolah yang berada di bawah naungan Sekolah Madrasah.
"Masih Banyak sekolah Madin sarana dan prasarana untuk pendidikan masih kurang layak, sehingga ini menjadi PR yang serius untuk di perjuangkan,










