gerbang baru nusantara

Desak Pemprov Jatim Atasi Gizi Buruk Di Bangkalan

Desak Pemprov Jatim Atasi Gizi Buruk Di Bangkalan

Mukriel
Selasa, 16 April 2019
Bagikan img img img img

Desak Pemprov Jatim Atasi Gizi Buruk Di Bangkalan

Anggota FPD DPRD Jatim Nurhadi Sumitro mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan perhatiannya terhadap gizi buruk di daerah Madura khususnya di Bangkalan.

“Kami prihatin sekali beberapa waktu lalu ada statemen Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa kalau di Bangkalan gizi buruknya sangat berat. Kami ingin agar perhatian Pemprov terhadap masyarakat Bangkalan ditingkatkan,”ungkapnya di Surabaya, belum lama ini.

Dikatakan oleh pria yang juga Anggota Komisi A DPRD Jatim ini, pihaknya mendukung dengan pelibatan perguruan tinggi untuk dimaksimalkan perannya dalam penyelesaian dari gizi buruk di Bangkalan.

“Dengan melibatkan kampus, tentunya bisa diperoleh data terkini jumlah masyarakat yang terdampak gizi buruk. Kami dukung penuh pelibatannya dan tentunya kami berharap pihak perguruan tinggi memberikan masukan dan solusi untuk penanganan gizi buruk di Bangkalan,”tutupnya.

Sebelumnya, dalam rapat IPM di Grahadi Surabaya, Jum’at (5/4/2019) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada beberapa daerah di Jatim yang asupan gizinya kurang baik. Sebagai contoh, Kabupaten  Bangkalan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kurang gizi yang cukup berat. Pemerintah Prov Jatim bersama Pemkab Bangkalan  bisa menggandeng Universitas Trunojoyo Bangkalan untuk berupaya bersama memberikan pengertian kepada masyarakat. 

Misalnya, diawali pada tahun 2019 di satu kecamatan mensosialisasikan pentingnya gizi. Sehingga bisa dipetakan dan menjadi skala prioritas di tahun selanjutnya yang kemudian bisa diterapkan di kecamatan lainnya.

Penderita Gizi Buruk di Bangkalan Capai 163 Anak

Kasus gizi buruk di kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur masih relatif tinggi. Terutama bagi para anak dan balita. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, dari 59. 193 balita, 163 anak (0.28%) mengalami gisi buruk.  Sementara yang mengalami gizi kurang sebanyak 911 anak (1.67%), gizi lebih sebanyak 805 anak  (1.36%) dan Untuk gizi normal sebanyak  57.234 anak (96.69%). Prosentase tersebut selama tahun 2018 ditinjau dari status gizi kategori Berat Badan (BB) dan usia

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu