Pemerintah Harus Perhartian Dengan UMKM Di Pulau Madura
Pemerintah Harus Perhartian Dengan UMKM Di Pulau Madura
Pemerintah Harus Perhartian Dengan UMKM Di Pulau Madura
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) disebut-sebut sebagai tulang punggung perekonomian di Jawa Timur. Untuk itu perlu adanya pemerataan perhatian khusus dari Pemerintah baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Salimah Hadi meminta perhatian pemerintah propinsi terhadap keberadaan UMKM yang ada di Madura. Menurutnya, dari infomasi yang didapat ketika turun banyak persoalan UMKM yang harus segera diatasi oleh pemerintah Propinsi agar keberadaan mereka bisa terus berkembang dan besar. Diantaranya persoalan pemasaran dan permodalan. “Persoalan itu menjadi persoalan utama yang kerap dikeluhkan oleh pegiat UMKM dalam mengembangkan prodaknya. Nah ini yang harus segera diatasi oleh pemerintah khususnya pemerintah propinsi jatim,” ujarnya, Kamis (18/4).
Selain itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap kepada pemerintah agar ada perbaikan pelayanan Kesehatan di desa. Menurutnya selama ini akses kesehatan di desa masih mengalami keterbatasan, untuk itu Pemerintah Provinsi Jatim harus mendesain akses pelayanan kesehatan sampai ke tingkat Desa, karena yang terjadi saat ini masyarakat larinya ke RSU Dr soetomo hingga pasien di Rumah Sakit Pemprov. Jatim tersebut sangat padat," ujarnya.
Menurutnya Pemprov Jatim harus memperkuat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) Pelayanan Kesehatan yang ada di Desa-Desa karena selama ini ponkesde mengalami keterbatasan dalam meningkatkan kualitasnya. Begitu juga alat pendukung kesehatan di Ponkesdes perlu juga ditingkatkan. “Pemprov. Jatim harus melakukan improvisasi anggaran dengan membuat Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan Kesehatan di Pedesaan,” harapnya.
Tak hanya itu minimnya dan kurang perhatian kesehatan di pondok pesantren oleh pemerintah baik Pemda maupun Pemkab membuat prihatin dan disesalkan Salimah Hadi.
Ia mengatakan memang saat ini ada sejumlah pondok pesantren di wilayah Madura belum melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan baik pemda maupun pemkab, sehingga santri ini kurang mendapatkan pelayanan kesehatan saat menderita sakit, dan juga penanganannya dilakukan secara manual.
"Maka itu, pihaknya meminta kepada Dinas kesehatan untuk membantu kesehatan di pondok pesantren di Madura, pasalnya saat ini mulai masuk musim kemarau sehingga membuat kondisi santri ada yang sakit, baik gangguan cacar air, saluran pernafasan," pungkasnya










