Infrastruktur Jalan dan Pertanian Gresik Lamongan Belum Maksimal
Infrastruktur Jalan dan Pertanian Gresik Lamongan Belum Maksimal
Infrastruktur Jalan dan Pertanian Gresik Lamongan Belum Maksimal
Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Ach.Firdaus Febrianto meminta pemerintah memberikan perhatian kepada sektor pertanian khususnya Gresik dan Lamongan. Menurutnya dua daerah tersebut merupakan lumbung nasional.
"Saya menilai pemerintah belum memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian. Hal ini terlihat banyaknya area persawahan yang dijual untuk dijadikan perumahan. Selain itu banyak petani yang mengaku kesulitan mendapatkan benih dan pupuk," kata politisi Gerindra ini.
Selain itu menurut pria yang akrab disapa Firdaus ini adalah masalah pemberantasan hama tikus yang tidak maksimal. Ia mengatakan banyak warga yang mengeluh namun tidak ada solusi. "Dulu pernah ada solusi dengan memelihara burung hantu. Namun dekatnya sawah dengan pemukiman warga justru membuat burung hantu ini kabur. Karena mungkin tidak sesuai dengan habitatnya," jelasnya.
"Akhirnya saat ini petani menggunakan setrum listrik. Masalahnya yang mati bukan hanya tikus tapi juga petani. Bulan Januari saja yang meninggal kena setrum di kawasan Lamongan ada 4 orang. Sungguh ironi memang," imbuhnya.
Firdaus berharap ada solusi terbaik dari dinas terkait untuk mengatasi hama tikus. Selain itu juga melibatkan Perguruan Tinggi untuk mencari teknologi memberantas hama. "Kami juga ingin adanya pembinaan kepada petani terkait hal ini," ujarnya.
Firdaus juga berharap pemerintah memperhatikan jalan poros desa yang belum layak. Menurutnya banyak jalan yang berlubang. "Ini perlu segera dibenahi agar tidak membuat kecelakaan atau menyulitkan akses warga," pungkasnya










