Impor 84 RibuTon Dari Tiongkok, Jatim Disebut Krisis Lahan Untuk Bawang Putih
Impor 84 RibuTon Dari Tiongkok, Jatim Disebut Krisis Lahan Untuk Bawang Putih
Impor 84 RibuTon Dari Tiongkok, Jatim Disebut Krisis Lahan Untuk Bawang Putih
Jawa Timur dinilai mengalami kelangkaan bawang putih dinilai tak ada lahan produktif untuk pengembangan komoditi tersebut. Menurut Ketua Komisi B DPRD Jatim Ach. Firdaus Febrianto mengatakan komoditi bawang putih di Jatim minim sekali ketersediaannya sehingga sudah sewajarnya pemerintah mendatangkan impor bawang putih dari Tiongkok.
“Tak bisa dipungkiri hanya beberapa daerah produksi bawang putih. Kalau bawang merah melimpah di Jatim,”jelasnya di Surabaya, Selasa (30/4/2019).
Dikatakan oleh Firdaus pihaknya berharap dengan didatangkannya impor bawang putih dari Tiongkok tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dari masyarakat di Jatim terlebih dalam menghadapi Ramadan hingga lebaran tahun ini.
Ditambahkan oleh politisi asal Partai Gerindra ini, ke depan agar tak ketergantungan dari impor bawang putih dari Tiongkok, perlu ada sinergi antara Disperindag Jatim dan Dinas Pertanian untuk menyediakan lahan pengembangan bawang putih tersebut.
“Jangan terus-terusan impor tak baik itu. Lebih baik dikembangkan sendiri dari impor,”tutupnya.
Sekedar diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan mendatangkan bawang putih dari China untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Masuknya impor bawah putih dari China itu, bersamaan dengan impor bawang putih yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Total 115 ribu ton bawang putih akan tiba di Indonesia melalui tiga pelabuhan. Masing-masing, Tanjung Perak Surabaya sebanyak 84 ribu ton, Tanjung Priok Jakarta 25 ribu ton dan sekitar empat ton melalui Belawan Sumatera Utara.










