Pemerintah Jangan Bergantung Impor Bawang Putih
Pemerintah Jangan Bergantung Impor Bawang Putih
Pemerintah Jangan Bergantung Impor Bawang Putih
Komisi B DPRD Jawa Timur mengapresiasi turunnya harga bawang putih di Jawa Timur menjadi Rp 35 ribu perkilogram. Turunnya bawang putih ini karena Jatim diserbu bawang putih impor dari Tiongkok.
Bawang putih impor yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya 10 Mei lalu totalnya mencapai 115 ribu ton. Dari total itu, 15 ribu ton untuk Jatim
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Ach. Firdaus Febrianto mengatakan, langkah Pemprov mengimpor bawang putih patut diacungi jempol karena Jawa Timur mengalami kelangkaan. Akibatnya harga melambung.
"Kita apresiasi harga bawang putih turun. Karena sebelumnya harganya tinggi karena langka," ujar Firdaus, dikonfirmasi.
Meski demikian, Komisi B meminta pemerintah tidak selalu bergantung pada impor. Para petani akan gulung tikar kalau impor terus. Maka diperlukan langkah agar tanah-tanah dataran tinggi bisa ditanami bawang putih. Paling tidak petani diajari cara bercocok tanam bawang putih.
"Tidak semua tanah bisa ditanami bawang putih. Bisanya di dataran tinggi. Maka petani harus diajari cara menanam bawang putih, sehingga bisa produksi banyak," tuturnya.
Saat ini harga bawang putih sudah turun menjadi Rp 35 ribu. Sebelumnya harga bawang putih mencapai lebih dari Rp.40 ribu per kilogram di berbagai pasar di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, karena terjadinya kelangkaan stok dan pasokan. Bahkan di salah satu pasar di Kediri ada yang harganya Rp. 32 ribu per kilogram.
Berdasarkan data Disperindag Jatim, harga bawang putih jenis kating sempat mencapai titik Rp. 43 ribu per kilogram. Sedangkan jenis sinco mencapai Rp.31 ribu per kilogram. Pemprov mengklaim harga bawang putih sudah turun.
Adapun kebutuhan bulanan bawang putih untuk masyarakat Jawa Timur mencapai 4.960 ton. Khofifah sempat mengatakan dengan jatah 15 ribu ton bawang putih impor untuk jawa timur, setidaknya kebutuhan selama tiga bulan tercukupi.
Perlu diketahui, bawang putih impor dari Tiongkok itu dibeli oleh importir dengan harga Rp. 26 ribu per kilogram. Pada praktiknya, bawang putih impor ini akan dijual ke pasaran di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, dengan harga Rp. 30 ribu per kilogram










