gerbang baru nusantara

Pemprov Jatim Gandeng Inggris Dirikan SMK Penerbangan

Pemprov Jatim Gandeng Inggris Dirikan SMK Penerbangan

Mukriel
Selasa, 18 Juni 2019
Bagikan img img img img

Pemprov Jatim Gandeng Inggris Dirikan SMK Penerbangan

Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemprov  Jatim menggandeng pemerintah Inggris untuk mendirikan sekolah penerbangan di Jatim.

“Kami rasa ini sebuah terobosan baru dilakukan Pemprov untuk realisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) penerbangan di Jatim. Harapannya akan melahirkan tenaga terampil dari Jatim disektor penerbangan khususnya teknisi,” ungkap politisi asal Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dikatakan oleh Achmad Iskandar mengarakan kerjasama pengembangan SMK aviasi menjadi penting karena bandara atau airport di Jatim semakin banyak. Apalagi ada tambahan rencana pembangunan airport baru di Kediri, perluasan airport di Abdulrachman Saleh Malang menjadi international airport. Selain itu juga ada penerbangan rintisan.

“Sehingga kebutuhan terhadap tenaga teknisi di bidang aviasi ini menjadi penting,” katanya.

Sebelumnya,Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan Inggris kerjasama pengembangan Sekolah Menengah Kejuruam (SMK) bidang aviasi atau penerbangan di Jatim. Tawaran ini mempertegas keinginannya mengembangkan aviasi di Jatim sekaligus tindak lanjut dari kunjungan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik pada Bulan Maret lalu.

Ditambahkan oleh Khofifah,rencana pengembangan SMK bidang aviasi ini di Kediri. Bupati Kediri sudah menyiapkan gedung, tempat dari SMK yang ada. Proses perijinan juga sedang diminta untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan. Karena pendidikan kejuruan aviasi ini merupakan jurusan yang baru.

Selain pengembangan SMK Aviasi, lanjutnya, kerjasama juga bisa dilakukan untuk menyelenggarakan kursus Bahasa Inggris terutama training of trainer (ToT) khususnya bagi perawat. Kebutuhan perawat di luar negeri sangat banyak, diikuti sekolah perawat telah menghasilkan perawat yang cukup banyak.

“Kemampuan Bahasa Inggrisnya yang kita inginkan mendapatkan support dari Kedutaan Inggris,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu