Padi Ratun Teknologi R5 Diminta Dikembangkan
Padi Ratun Teknologi R5 Diminta Dikembangkan
Padi Ratun Teknologi R5 Diminta Dikembangkan
Komisi B DPRD Jatim berharap temuan budidaya tanam oadi ratun teknologi R5 bisa mendatangkan kesejahteraan bagi petani di Jawa Timur, mengingat budidaya padi tersebut pertama kalinya di uji coba di Jawa Timur.
“kami apresiasi termuan tersebut dan berharap temuan tersebut bisa mendatangkan kesejahteraan petani di Jatim.” kata Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto di Surabaya Selasa (18/6).
Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan berdasarkan data yang ada, bididaya tanam padi ratun ini bisa memberikan multilier efect cukup banyak bagi para petani. Salah satunya yakni kuantitas dan kualitas yanag sama dalam setiap panennya yakni rata-rata 6 sampai 7 ton tiap 1 hektar dalam sati kali panen. Selain itu penggunaan padi ratun teknologi R5 bisa mengurangi penggunaan pupuk ure dan NPK hingga 50%.
Politisi asal Trenggalek ini menambahkan budidaya tanam padi ratun teknologi R5 juga bisa mengurangi kemiskinan masyarakat pedesaan secara signifikan. Terlebih, penanaman padi jenis ini tanpa musim tanam setahun sehingga petani bisa melakukan pekerjaan yang lain. “Tanpa musim tanam, para petani bisa melakukan kerja-kerja yang lain yang bisa menjadi sumber income mereka.” Katanya
Sementara itu, penemu padi Ratun teknologi R5 Koos Kuntjahjo mengatakan, bahwa penemuan ini baru diujicobakan pertama kali di Provinsi Jatim. Penemuan ini dilatarbelakangi atas banyaknya impor beras yang dilakukan oleh Indonesia.”Penelitian terkait padi ratun teknologi R5 ini telah kami mulai sejak tahun 2011 dan di jatim penemuan ini pertama kali kita ujicobakan.” Lanjutnya.










