DPRD Jatim Minta Pemerintah Kendalikan Harga Ayam Ditingkat Peternak
DPRD Jatim Minta Pemerintah Kendalikan Harga Ayam Ditingkat Peternak
DPRD Jatim Minta Pemerintah Kendalikan Harga Ayam Ditingkat Peternak
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada pemerintah untuk mengendalikan harga ayam ditingkat peternak dan pedagang Jatim. Mengingat saat ini harga ayam turun di peternakan ke pasaran.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Demokrat , Agus Dono Wibawanto ditemui usai paripurna di DPRD Jatim megatakan, anjloknya harga ayam ditingkat peternak beberapa waktu lalu disebabkan kebutuhan dengan permintaan tidak seimbang.
Peternak salah memprediksi tentang kebutuhan daging ayam ini, sehingga terjadi kelebihan pasokan. "Persoalan pasar selalu terjadi antara pasokan dan permintaan. Tapi semestinya sejak awal pemerintah bisa mengatur hal itu," ujar Agus Dono di DPRD Jatim, Selasa (2/7).
Menurut Agus Dono, kebutuhan daging ayam bisa diprediksi saat terjadi inflasi. Pemerintah dapat mendeteksi hal itu sejak awal. Begitu ada kelebihan stok ayam, regulator secara cepat mengambil langkah kongkrit.
"Jangan pasar dibiarkan liar begitu saja. Sarannya pemerintah bisa mengatur harga pakan, harga anakan, hingga mengatur distribusi anakan sampai indukan," ungkap Agus yang juga ketua fraksi Demokrat Jatim.
Sementara itu Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jawa Timur, Drajat Irawan membenarkan anjloknya harga ayam ditingkat peternak disebabkan karena kelebihan pasokan. Permintaan di pasar tidak sebanding dengan kebutuhan.
"Memang dari sisi produksi terjadi over suplai ayam, di mana diperkirakan Ramadan dan Idul Fitri ada permintaan banyak dan besar. Tapi ternyata permintaannya di luar perkiraan," kata Drajat ditemui di DPRD Jatim.
Disperindag Jatim, lanjutnya, telah meminta beberapa stakeholder untuk mengendalikan pasokan ayam ke pasaran. Seperti pengurangan anakan ayam boiler sebesar 30 persen, dan meminta Aprindo menyerap ayam dari peternak mandiri.
Upaya itu disebutkan Drajat telah dilalukan Aprindo dan beberapa industri di Jatim. Hasilnya harga ayam ditingkat peternak mulai merangkak naik mendekati harga normal Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. "Kemudian sudah ada pergerakan terkait harga ayam di peternak Rp 15 ribu," ungkapnya.
Kendati sudah mulai turun, Drajat menegaskan tengah melakukan investigasi bersama Satgas Pangan Polda Jatim untuk melihat alur distribusi ayam, dari tingkat peternak hingga pedagang di pasar. Satgas akan menyelidiki sebenarnya yang terjadi di lapangan










