DPRD Jatim Dukung Pemprov Jatim Kembangkan Situbondo
DPRD Jatim Dukung Pemprov Jatim Kembangkan Situbondo
DPRD Jatim Dukung Pemprov Jatim Kembangkan Situbondo
DPRD Jatim mendukung langkah Pemprov Jatim untuk mengembangkan kabupaten Situbondo sebagai penopang perekonomian di Jawa Timur.
Anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Jatim dr. Agung Mulyono mengatakan dilihat dari letaknya, kabupaten Situbondo merupakan kawasan strategis dalam melayani distribusi arus barang, jasa dan orang bagi kepulauan di wilayah timur dan barat. “Jika Tol Probowangi yang menghubungkan hingga Leces dapat segera beropersi, maka tidak menutup kemungkinan akan semakin memperpendek jarak tempuh menuju Kabupaten Situbondo,”ungkap Politisi asal Banyuwangi ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (4/7).
Mantan Ketua Komisi E DPRD Jatim, ini mengatakan secara topografi sendiri, Kabupaten Situbondo sangat layak untuk dijadikan Kawasan Industri. Terlebih dengan dibukanya Tol Probowangi.
Sebelumnya, saat rapat dengan bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwaPemprov Jatim memiliki rencana akan terus mengembangkan wilayah timur dan barat sebagai wilayah strategis dalam distribusi arus barang, jasa, dan orang. Salah satu yang dijadikan wilayah pengembangan yakni Kabupaten Situbondo.
Sementara itu, Anggota DPRD Jatim lainnya juga mengomentari dan peduli dengan kasus wabah Hepatitis A yang melanda Kabupaten Pacitan membuat anggota DPRD Jatim prihatin. Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi bila ketersediaan air bersih dan pola hidup sehat dilakukan masyarakat.
Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Pacitan, Sri Subiati menyatakan perlu tindakan konkret agar wabah tersebut tidak terjadi. Selain penanganan pengobatan yang dilakukan, juga perlu upaya pencegahan. Perlu dilakukan sosialiasi tentang perlunya hidup sehat. Selain itu sebaiknya juga ada pembangunan sanitasi, semisal jamban yang seusai standar kesehatan di wilayah-wilayah pelosok di Pacitan," kata Sri Subiati saat ditemui usai paripurna di DPRD Jatim, Selasa (2/7).
Ia meminta pemerintah daerah harus cepat menangani endemik masalah tersebut. Pemerintah daerah harus bertindak cepat menangani endemik tersebut, tentu saja akan dibantu pemerintah provinsi. Solusinya memang harus mengubah cara hidup masyarakat. tegas politisi Partai Demokrat ini.
Ditegaskan, bahwa ketersediaan air bersih memang sangat vital dibutuhkan, apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Hepatitis memang cepat sekali menular, bisa melalui air. Sehingga jika satu lingkungan ada yang terkena maka akan cepat menular kepada yang lain.
Dari pengalamannya selama ini di wilayah tersebut, pola hidup masyarakat di pelosok Pacitan memang masih kurang. Meski sudah diberi anjuran pemerintah daerah terkait
hidup bersih, belum juga dilaksanakan. Sebab itu, perlu langkah konkret dengan pembangunan maupun perbaikan sanitasi.
Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ditemui usai paripurna mengakui pihaknya sudah melakukan berbagai langkah penanganan. “Saya sudah komunikasi dengan Dinas Kesehatan tentang kecukupan air bersihnya. Sebab, dari awal, problem Hepatitis A ini karena PHBS (perilaku Hidup Bersih dan Sehat), terutama kaitan dengan air besih,” katanya.
Selain itu, penanganan medis juga diotimalkan, terutama di seluruh Puskesmas. Meliputi, pengecekan dan pengobatan kepada masyarakat, hingga pemberian obat secara gratis. “Alhamdulilah, sekarang sudah menyusut. Tadinya, virus ini meluas di delapan
kecamatan,” kata Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini. Agar virus tidak menyebar ke daerah lain, distribusi air bersih juga akan diperluas, terutama untuk wilayah rawan kekeringan. Pasalnya pada tahun ini musim kemarau diprediksi berlangsung lama, hingga 60 hari. “Kami juga mengundang kepada seluruh pelaku bisnis di Kabupaten/Kota untuk ikut membantu, menyiapkan air bersih untuk wilayah sekitar,” katanya










