DPRD Jatim Sambut Baik Dewi Cemara
Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp. 25 miliar untuk program One Pesantren One Produk (OPOP). Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 267 SMK Mini yang masuk dalam jejaring OPOP.
Hal ini mendapatkan sorotan karena program seragam gratis untuk siswa SMA/SMK hingga sekarang tidak kunjung tuntas. Total anggaran pengadaan seragam gratis pun tidak sedikit, yaitu Rp. 132 miliar. Pembagian seragam gratis itu menjadi bagian Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas). Namun, seragam itu baru bisa diberikan sekitar September mendatang karena alasan masih lelang. "Jangan menambah program, kalau yang satu sisi belum terselesaikan (seragam gratis, red). Ini kemudian muncul lagi persoalan-persoalan baru," tegas Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im, Senin (12/8).
Lanjutnya, program OPOP itu adalah usulan yang bagus karena di Jatim didominasi oleh pesantren - pesantren. Pihaknya juga belum tahu itu sudah masuk KUA PPAS apa belum, karena itu untuk APBD 2020. "Yang terpenting, apapun programnya asalkan demi kepentingan masyarakat dan mempunyai dampak positif, kita sepakat," jelasnya.
Suli meminta bahwa molornya pemberian seragam gratis untuk siswa baru SMA/SMK jangan sampai terulang pada program OPOP. "Dua kali program Diknas itu yang justru tidak meringankan beban masyarakat, tapi justru kemudian dengan alasan yang cukup sederhana yaitu proses tender yang telat. Jadi contoh seragam itu adalah patut menjadi catatan kita. Ini diulangi lagi di APBD 2019," bebernya.
Politisi PAN ini bakal melihat dan mencermati OPOP, apakah berdampak dan memberikan efek positif bagi pesantren. "Jangan hanya bersifat program, tetapi multiplayer efeknya dalam program itu," pungkasnya.
Ditemui di DPRD Jatim, Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono menjelaskan di Jatim ada 325 pesantren yang memiliki SMK. Dan 267 SMK itu berbasis pesantren telah dibina melalui program SMK mini selama beberapa tahun ini dan diakui siap menjalankan program OPOP.
Rencananya, jumlah tersebut akan ditambahkan 100 lembaga SMK berbasis pesantren. Dengan begitu, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebsar Rp 25 miliar. Masing-masing lembaga akan dialokasikan sebesar Rp 250 juta untuk pengembangan produknya dalam OPOP. "Kebetulan program ini bagus. Bagaimana meningkatkan tenaga terampil di Jatim, yang diajarkan sekolah tidak dibutuhkan daerah, maka OPOP ini hadir," jelasnya.
Program OPOP ini juga dipastikan Hudiyono adalah memberikan keterampilan warga masyarakat. Disamping itu, pihaknya mengakui bahwa OPOP juga sudah masuk KUA PPAS untuk APBD 2020. "Sudah, kita sudah siap itu (masuk KUA PPAS, red)," jawabnya
Selain menyoroti tentang anggaran program OPOP, anggota DPRD Jatim juga menyambut baik tentang diresmikannya Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara). Dewi Cemara berlokasi di Desa Kedung Malang Kecamaran Papar Kabupaten Kediri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto mengatakan dengan Dewi Cemara adalah Kawasan Eduwisata Millenial” Crop Circle” dengan harapan bisa menjadi Kawasan bagi masyarakat khususnya para pelajar dan milenial. “Di dalam Dewi Cemara tersebut di dalamnya dikembangkan varietas-varietas unggul tanaman pangan dan holtikultura. “ Kedepan aka nada penambahan lengkap sebagai desa edu wisata agro,”ungkap politisi asal Partai Demokrat ini.
Pria asli Kediri ini mengatakan di dalam Dewi Cemara diyakini akan menjadi Kawasan jujugan bagi pelajar khususnya milenial mengingat disana banyak angle yang menarik dan sangat Instagram-able dan berpotensi untuk diviralkan.”
Dia mengajak semua masyarakat Kediri untuk memviralkan Kawasan tersebut,”ujar Subianto dengan semangat. Secara khusus, ia memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Hadi Sulistyo, dan Bupati Kediri agar bisa mengembangkan varietas hibrida kenikir yang banyak ditanam di kawasan Crop Circle. Diharapkan nantinya masyarakat desa bisa menggandeng Wedding Organizer (WO), dimana mereka memerlukan bunga di setiap pekerjaannya dalam jumlah yang cukup besar. “Jika budidaya kenikir hibrida ini diperluas saya rasa akan memberi dampak ekonomi yang tinggi jika dibangunkan jaringannya dengan pembeli seperti wedding organizer,” tutupnya










