gerbang baru nusantara

Dewan Jatim Duga Ada Intervensi Pihak Luar Ke OPD

Dewan Jatim Duga Ada Intervensi Pihak Luar Ke OPD

Hari Y
Selasa, 15 Oktober 2019
Bagikan img img img img

Dewan Jatim Duga Ada Intervensi Pihak Luar Ke OPD

Anggota Komisi C DPRD Jatim Hadinudin menilai bahwa serapan rendah pada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Jatim dikarenakan patut diduga adanya intervensi kepentingan pihak diluar birokrasi.

“OPD itu sudah puluhan tahun mengelola anggran, sudah hafal prosedur dan landasan hukum, bahkan kalau ada perubahan undang undang mereka pertama kali mendapatkan informasi, sosialisasi dan salinan undang undang. Jika ada penyerapan anggaran rendah patut diduga ada intervensi kepentingan pihak pihak diluar birokrasi,”jelas pria yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini saat dikonfirmasi di Surabaya.

Dikatakan oleh Hadinudin,pihaknya berharap serapan rendah ini harus segera didongkrak menjadi optimal. “Rakyat jangan sampai jadi tumbal lambatnya penyerapan anggaran. Rakyat yang seharusnya menikmati kue pembangunan harus menjadi tumbal akibat serapan rendah. Ingat saat sidang paripurna istimewa HUT Jatim Ke 74 kemarin,  Petuah KH. Zawawi Imron yaitu  jika ada yang menyakiti rakyat, hati kita yang berdarah. Ini menjadi motivasi kita untuk kesejahteraan rakyat,”imbuhnya.

Sebelumnya, dari 56 OPD di Pemprov Jatim baru 37 OPD yang telah merealisasi serapan anggaran hingga kisaran 50 sampai 70 persen. Sisanya, 19 OPD masih dibawah 0 persen.

Sekedar diketahui, target serapan APBD yang diatur dalam Pergub Jatim No 92 tahun 2018 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemprov Jatim tahun anggaran 2019 disebutkan bahwa target serapan pada triwulan tiga dengan total keseluruhan adalah 80 persen. Rinciannya pada triwulan I sebanyak 20 persen, triwulan II 35 persen dan dan triwulan 25 persen

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu