Komisi E Akan Nglurug BPJS Tagih Hutang
Banyaknya tunggakan hutang BPJS kepada rumah sakit milik pemprov Jatim yang mencapai hampir setengah triliun rupiah, membuat Komisi E DPRD Jatim akan ngelurug ke BPJS pusat. DPRD akan menagih hutang BPJS kepada rumah sakit rumah sakit milik pemprov Jatim.
Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono menegaskan belum dibayarkannya hutang oleh BPJS adalah bentuk wanprestasi yang akan mengancam keberlangsungan operasional rumah sakit tersebut. Tunggakan hutang ini tidak menghargai rumah sakit yang telah melakukan pelayanan ke masyarakat.
"Ibarat orang buka usaha servis membeli oli, beli sparepart, setelah mobil sudah diservice trus gak dibayar. Akhirnya mengganggu casflow perusahaan tersebut. Sama seperti rumah sakit, akhirnya mengganggu casflow, gak bisa beli obat, gak bisa bayar tenaga honorer. Nah kalau ini tidak segera diatasi, bisa bisa rumah sakitnya tidak bisa operasional lagi," ungkap Artono.
Keputusan untuk ngelurug (mendatangi beramai ramai ) ke Jakarta ini kata Artono, karena selama ini BPJS perwakilan Jatim selalu menjawab dengan santai, dan cenderung lepas tangan.
"Kita tidak perlu panggil BPJS Jatim, tapi kita akan datangi ke Jakarta, sebab kalau yang disini (di Jatim) saat dipanggil dan ditanya kalimatmya selalu klasik, gak punya uanglah, gak berwenanglah. Selalu begitu jawabnya. makanya satu satunya jalan kita akan datangi Jakarta (BPJS Pusat)," tegasnya.
Politisi PKS ini berharap langkah Komisi E ini bisa membantu rumah sakit pemprov Jatim agar ada jalan keluar, terkait persoalan keuangan di rumaj sakit akibat ulah BPJS ini. Bahkan dewan akan ajak rumah sakit yang tunggakannya belum dibayar untuk ikut mendatangi BPJS.
Selama ini kata Artono, akibat BPJS nunggak, banyak pasien yang akhirnya harus antri obat karena stok menipis, juga alat alat medis yang rusak untuk mengganti sparepart harus juga menunggu kondisi keuangan dulu.
"Kalau ini terus dibiarkan ya kasihan rumah sakit kan, dampaknya ya ke pasien juga, ke rakyat juga kan. Saya berhara akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan sudah terbayarkan , agar rumah sakit bisa kembali operasional dengan baik," tegasnya










