Pemerintah Harus Beri Perhatian Musik Jawa
Di tengah - tengah serbuan musik mancanegara, terutama Korea, dan Mandarin, musik berbahasa Jawa saat ini mulai bangkit untuk naik daun. Mengingat musik berbahasa jawa merupakan kesenian asli dari Indonesia.
Anggota DPRD Jatim, Ahmad Hilmi mengatakan, saat ini ada fenomena baru yang lagi naik daun yakni musik berbahasa Jawa. Musisi muda memadukan bahasa Jawa dengan arassemen musik. Lirik daerah dipadukan dengan musik yang modern sehingga suaranya lebih berwarna.
"Ketepatan musisi muda bahwasannya bahasa kita tidak kalah baik dicampur dengan arassemen musik. Contoh lagu Didi Kempot, musiknya lebih berwarna karena campuran lirik daerah dikawinkan dengan musik yang lebih modern," ungkap pria yang akrab dipanggil Gus Hilmi tersebut.
Musisi muda asal Jatim yang saat ini sedang berkibar salah satu contohnya adalah Deny Caknan. Lagu yang diciptakan bernuansa pop Jawa, seperti halnya hitz yang berjudul 'Kartonyono Medot Janji'. Kini video klipnya yang diunggah di youtobe mencapai 72 juta viewers.
Menurut pria yang juga Anggota Komisi C DPRD Jatim itu, agar musik asli Indonesia tidak tergerus oleh mancanegara, maka seniman muda yang ada di Jawa Timur harus lebij kreatif menciptakan tembang tembang Jawa.
"Saya ikut prihatin melihat anak-anak kita lebih menyukai lagu barat. Maka seniman Jatim harus ebih kreatif menciptakan dan menyanyikan tembang Jawa yang di kemas dengan bentuk Jawa Modern, "terangnya.
Politisi asal PKB ini menilai pemerintah kurang memperhatikan musik Jawa sehingga perlu diajak komunikasi lagi agar mau menyemarakkan acara besar provinsi maupun kabupaten dengan tembang Jawa. Seperti halnya dalam bentuk festival. Dengan begitu, kesenian jawa bisa mengembang dan dikenal masyarakat.
"Sekarang kan sudah ada YouTube untuk memberi pengembangan. Kalau kita memberikan harapan dan fasilitas, festival lebih digalakkan yang temanya budaya asli Indonesia. Tidak hanya Jatim saja, tapi budaya Jawa juga," terangnya.
Dirinya juga siap mewadai keinginan para seniman muda untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan lagu lagu
Jawa. Hal ini salah satu bentuk upaya untuk mendongkrak seni dan budaya Jawa Timur,
"Tidak sulit bagi kami mensuport ke dinas terkait atau melalui dewan kesenian yang ada untuk mendorong dan mefasilitasi seniman muda agar lebih kreatif menciptakan lagu-lagu pop Jawa " Pungkasnya.
Selain musik Jawa, Gus Hilmi juga menyayangkan masyarakat menghindari seni ludruk. Mengingat seni budaya asli Indonesia mulai tergerus perkembangan baru pertunjukan kesenian berupa komedi. Harapannya Pemerintah Provinsi Jatim mau memberikan perhatian khusus terhadap kesenian ludruk agar bisa kembali hidup. Mengingat saat ini ludruk sidah mati suri dan tidak melahirkan artis baru seperti almarhum Bambang ketolet
"Miris budaya ludruk mulai luntur karena semakin hari semakin tergerus perkembangan baru seperti komedi," ungkapnya.
Hilmi menilai Jatim merupakan tempat lahir dan pusat perkembangan ludruk. Maka harus ada program pariwisata baru untuk kesenian agar dikenal masyarakat. Namun judul kesenian harus selalu lebih update dengan situasi jaman.
"Kalau ludruk hanya mengandalkan pakem aslinya tidak mau berinovasi. Hanya kaum tua yang memahami. Kalau ingin diterima milineal topiknya harus yang milineal," pungkasya










