gerbang baru nusantara

Komisi A DPRD Jatim Gandeng Kejati Untuk Cegah Terorisme dan Radikalisme - Kajati berharap DPRD ikut Mensosialisasikan Upaya Penanggulangan ke Masyarakat

Komisi A DPRD Jatim Gandeng Kejati Untuk Cegah Terorisme dan Radikalisme - Kajati berharap DPRD ikut Mensosialisasikan Upaya Penanggulangan ke Masyarakat

Riko Abdiono
Kamis, 21 November 2019
Bagikan img img img img

Komisi A DPRD Jatim Gandeng Kejati Untuk Cegah Terorisme dan Radikalisme

- Kajati berharap DPRD ikut Mensosialisasikan Upaya Penanggulangan ke Masyarakat

Maraknya aksi terorisme dan radikalisme di berbagai daerah di Indonesia, akhir-akhir ini nampaknya menjadi perhatian serius kalangan DPRD Jatim. Bahkan Komisi A DPRD Jatim menggandeng instansi non struktural yakni Kejati Jatim untuk menjalin kerjasama untuk langkah antisipasi terorisme dan radikalisme di wilayah Jatim.

"Untuk menjalin kerjasama membangun Jawa Timur seutuhnya, sesuai dengan fungsi komisi A DPRD Jatim, kami sengaja menjalin kerjasama dengan Kejati Jatim khususnya untuk mencegah terorisme dan radikalisme di Jawa Timur," ujar ketua Komisi A DPRD Jatim, Mayjen TNI (Purn) Estu Hari Subagio disela silaturrahim denga Kejati Jatim, Kamis (21/11/2019)

Menurut politisi asal Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, terorisme dan radikalisme sengaja menjadi prioritas, mengingat pencegahan tindakan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi saja tetapi harus bersama-sama bahkan melibatkan masyarakat supaya timbul kesadaran terorisme dan radikalime itu menjadi musuh bersama.

"Kami berharap antar instansi pemerintahan terjadi kerjasama yang bagus sehingga upaya antisipasi tantangan dan ancaman terorisme dan radikalisme di Jawa Timur bisa berjalan dengan baik," harap mantan Pangdam Bukitbarisan ini.

Sementara itu, Kajati Jatim Dr Muhammad Dofir, SH, MH mengaku senang silaturrahmi yang dilakukan Komisi A DPRD Jatim dalam rangka memperkuat kerjasama antar lembaga."Mereka juga tadi menanyakan tentang penanganan pelaku aksi dan napi terorisme dan radikalisme yang ada di Jatim," terangnya.

Diakui Dofir, narapidana terorisme dan radikalisme yang sudah diputus pengadilan saat ini tengah menjalani hukuman penjara di beberapa rutan dan lapas yang ada di Jatim seperti di Tulungagung dan Porong Sidoarjo. 

"Kami juga memberikan masukan terkait teknik-teknik penanggulangan radikalisme dan terorisme, sehingga diharapkan DPRD Jatim nantinya juga bisa ikut membantu mensosialisasikan upaya penanggulangan tersebut ke masyarakat," harap Dofir.  

Ditambahkan, kejaksaan juga menerjunkan jaksa-jaksa ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa supaya tidak melakukan hal-hal yang sekiranya berbau radikalisme dan terorisme. 

"Bukan hanya ke sekolah, tapi jaksa juga masuk ke pesantren-pesantren untuk diberikan pemahaman supaya mereka tidak salah langkah dan menjadi bagian dari radikalisme dan terorisme," pungkas Muhammad Dofir. 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu