gerbang baru nusantara

Kikis Isu Miring, Perempuan PKB Jatim Kampanye Makan Telur Bareng

Kikis Isu Miring, Perempuan PKB Jatim Kampanye Makan Telur Bareng

Nurul
Kamis, 21 November 2019
Bagikan img img img img

Kikis Isu Miring, Perempuan PKB Jatim Kampanye Makan Telur Bareng

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu miring yang sengaja dihembuskan pihaK-pihak tertentu untuk mendiskreditkan bahkan bisa mematikan Industri Kecill Menengah (IKM) dan peternak unggas petelor di Jatim karena mengandung dioxin. Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPKB) Jatim mengkampayekan Makan Telur Bersama.

Kegiatan yang dipimpin langsung ketua PPKB Jatim, Hj Anik Maslachah bersama puluhan pengurus dan simpatisan PKB itu berllangsung di kantor DPW PKB Jatim, Rabu (20/11/2019) sore. 

"Filosofi dari kampanye makan telur bersama yakni menjamin bahwa telur asal Jatim sampai dengan saat ini kondisinya aman dan tidak  mengandung racun dioksin seperti yang diberitakan oleh berbagai media. Melalui gerakan ini kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Jatim untuk tidak terkontaminasi dan terbawa isu harus mempercayai berita-berita yang itu," ujar wakil ketua DPRD Jatim ini.

Pertimbangan lainnya, kalau dikatakan ayam-ayam yang mengandung dioxin itu berasal dari Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo itu juga disangsikan. Sebab dari data yang kami peroleh di bawah, ternyata tidak ada satupun masyarakat peternak ayam yang ada disitu. 

"Yang ada adalah peternak bebek dan itu bukan petelur tetap diambil dagingnya jadi peternak bebek daging yang memang sumber makanannya adalah ampas tahu dari IKM sekitar," ungkap mantan Ketua Komisi C DPRD Jatim ini. 

Lebih jauh Anik menjelaskan bahwa bahan bakar IKM tahun dari sampah plastik yang diambil dari salah satu pabrik kertas yang ada di Mojokerto. Tetapi dari hasil penelitian Kementerian Lingkungan Hidup beberapa bulan yang lalu, sebenarnya bukan persoalan mengandung limbah B3 tetapi karena asap yang berwarna hitam yang banyak dikeluhkan masyarakat.

"Saya mendorong kepada pemerintah perlu melakukan sidak dan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan, apakah benar sampah plastik yang dihasilkan dari salah satu pabrik kertas di Mojokerto itu mengandung B3. Bila hasil uji lab itu benar adanya maka tentu pemerintahan haruus segera mengambil tindakan tegas," jelas politisi asal Sidoarjo.

Tindakan yang harus dilakukan pemerintah itu, kata Anik adalah menghentikan import sampah yang terbukti mengandung limbah B3. "Kalau tidak di stop, maka limbah tersebut dilarang di jualbelikan kepada masyarakat. Mereka harus memenuhi aturan yakni harus membuang limbah B3 yang dihasilkan ke Cilingsi Bogor," katanya.

Selanjutnya, jika perusahaan itu masih tetap melakukan yang sama seperti saat ini, maka pemerintah harus menutup perusahaan tersebut. 

"Isu telor mengandung dioxin itu saya pikir  merupakan politisasi ekonomi yang ingin menghancurkan IKM dan peternak ayam telor di Jatm. Padahal IKM selama ini memberikan kontribusi besar pada PDRB Jatim. Makanya saya himbau masyarakat jangan mudah termakan isu," pungkas Anik Maslachah

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu