gerbang baru nusantara

Komisi C Targetkan BUMD Jatim untuk Tingkatkan PAD Rata Rata 10 Persen

Komisi C Targetkan BUMD Jatim untuk Tingkatkan PAD Rata Rata 10 Persen

Rofik Hardian
Senin, 25 November 2019
Bagikan img img img img

Komisi C Targetkan BUMD Jatim untuk Tingkatkan PAD Rata Rata 10 Persen

Maksimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi C DPRD Jatim, telah meminta agar seluruh BUMD yang ada untuk meningkatkan pendapatannya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Yohanes Ristu Nugroho mengatakan, dalam hearing yang dilakukan oleh komisi C, kita sepakat untuk menambah target pendapatan di BUMD Jatim, dan rata rata kenaikan yang ditarget 10 persen dari target yang telah di tentukan sebelumnya.

Kata politisi PDI Perjuangan ini, dengan target ini maka akan membuat ukuran kinerja BUMD di tahun 2020 mendatang. Sehingga akan membuat kinerja BUMD semakin maksimal kedepannya.

"Ini sudah menjadi kesepakatan, mereka Direktur sendiri yang telah menyatakan kesiapan. Sehingga kenaikan ini harus direalisasikan. Kita akan lakukan evaluasi. Ini akan menjadi ukuran kinerja BUMD nantinya," ungkapnya.

Dengan adanya tambahan peningkatan PAD dari BUMD yang ada, maka kata Ristu kontribusi PAD Jatim 2020 alami peningkatan sebesar 13,7 miliar dari target awal yang di patok dalam rancangan yang diusulkan.

"PAD dari BUMD akhirnya alami perubahan dari target yabg dopatok semula. Kontribusi PAD dari BUMD naik dari target awal 416,8 miliar menjadi 430,6 miliar," jelasnya.

Dari data yang ada di Komisi C DPRD Jatim hanya ada dua BUMD yang tidak alami kenaikan dari target yang ditentukan awal. Yakni bank BPR-UMKM Jatim, target PAD sesuai usulam awal yakni 15,5 miliar. Demikian pula untuk PT ASKRINDA target PAD sesuai usulan awal yakni 3,1 miliar.

Sementara itu untuk BUMD lainnya, PT PWU ada kenaikan 470 juta, dari target awal 4,7 miliar menjadi 5,1 miliar. PT JGU ada kenaikan 375 juta, dari target 3,7 miliar menjadi 4,1 miliar. PT PJU ada kenaikan 1,5 miliar, dari target awal 15 miliar menjadi 16 miliar. 

PT Jamkrida ada kenaikan 80 juta, dari target awal 800 juta menjadi 880 juta. PT Air Bersih kenaikan sebesar 210 juta, dari target awal 2,1 miliar menjadi 2,3 miliar. Dan PT SIER ada kenaikan sebesar 1,1 miliar, daritarget awal 11,709 miliar menjadi 12,8 miliar.

"Untuk Bank Jatim ada kenaikan PAD sebesar 10 miliar, dari target awal 360 miliar menjadi 370 miliar," pungkas Ristu

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu