gerbang baru nusantara

Berjuang Melahirkan Kebijakan untuk Kemakmuran Masyarakat

Berjuang Melahirkan Kebijakan untuk Kemakmuran Masyarakat

Mukriel
Senin, 02 Desember 2019
Bagikan img img img img

Berjuang Melahirkan Kebijakan  untuk Kemakmuran Masyarakat

Sejarah baru yang diukir PDI Perjuangan di Jawa Timur sebagai pemenang pemilu tahun 2019, patut disyukuri oleh seluruh kader dan simpatisan partai berlambang kepala banteng. Namun kemenangan tersebut jangan sampai membuat kader-kader PDI Perjuangan jumawa dan sombong, karena hal itu bisa merusak citra partai sehingga nantinya akan sulit mempertahankan kemenangan yang sudah diraih. 

Pernyataan itu disampaikan Kusnadi ketua DPRD Jawa Timur saat menggelar reses di Waru Sidoarjo, belum lama ini. "Ini memang sejarah, PDI Perjuangan bisa menang pemilu di Jatim. Kemenangan itu berkat kerja keras dan gotong royong bersama. Tapi lantas jangan cepat puas dan jumawa sebab  tujuan kemenangan itu untuk melahirkan kebijakan yang bisa memakmurkan masyarakat," kata Kusnadi mengawali sambutan. 

Turut hadir dalam reses pertama tahun 2019 bagi anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 sejumlah tokoh PDI Perjuangan Sidoarjo. Diantaranya Tito Pradopo, Bambang Riyoko, Wisnu Pradono, Imam Turmudzi serta ratusan pengurus dan kader PDIP asal Sidoarjo.

Lebih jauh ketua DPRD Jatim ini menjelaskan bahwa semenjak PDI Perjuangan berdiri hingga mengikuti berkali-kali pemilu, PDI Perjuangan paling banter hanya menjadi nomor dua di Jatim. Namun pada pemilu 2019 lalu berhasil menjadi juara dengan perolehan 27 kursi DPRD Jatim, sehingga Kusnadi bisa duduk menjadi Ketua DPRD Jatim.   

"Saya jadi ketua DPRD Jatim itu karena kalian semua sehingga saya punya kewajiban dan tanggungjawab agar bisa menfasilitasi keinginan masyarakat yang dapat diperjuangkan dan dibantu melalui APBD Provinsi Jatim," jelas Kusnadi. 

Selain itu, soliditas partai ini harus dijaga dengan saling membantu, gotong royong dan membangun pikiran serta perasaan yang sama untuk mewujudkan tujuan yang sama, yakni kemenangan. Jangan hanya menang di 2019 tapi juga 2024, 2029 dan seterusnya," harap politisi asal Sidorjo.

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, lanjut Kusnadi tentunya seluruh kader PDI Perjuangan dituntut pembuktian dengan kerja-kerja nyata bahwa kemenangan yang diraih PDI Perjuangan bisa meningkatkan kesejahteraan dan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga lapisan paling bawah.   

Diantara cara agar kerja-kerja kader PDI Perjuangan di bawah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar adalah dengan membuat program atau menfasiitasi kepentingan masyarakat. Misalnya, kalau masyarakat sekitar tempat tinggal kita perlu perbaikan jalan, jembatan, saluran air, tempat ibadah dan lain sebagainya maka bisa disalurkan kepada kader-kader PDI Perjuangan yang duduk menjadi wakil rakyat.

"Makanya kader PDI Perjuangan harus tanggap dan peduli, kalau masyarakat sekitar membutuhkan sesuatu, kalian bisa fasilitasi barangkali butuh campur tangan kebijakan partai dan pemerintah. Kalau kader sudah menunjukkan kerjanya dan bermanfaat nantinya bisa jadi tokoh di masyarakat. Kalau partai nanti butuh dukungan masyarakat khan enak sebab kalian sudah berjasa pernah memperjuangkan  kepentingan masyarakat, sehingga PDI Perjuangan semakin besar tahun-tahun mendatang," jelas Kusnadi.

Yang menarik, ketua DPD PDI Perjuangan Jatim itu juga memimpin langsung kirim doa Al Fatihah bagi Slamet ketua PAC PDI Perjuangan yang tengah mendapat ujian sakit dan siap membantu biaya pengobatan kader militan PDI Perjuangan di rumah sakit. 

"Inilah enaknya kalau kita memiliki perasaan yang sama, kalau ada saudara kita yang sakit bisa segera dibantu apa yang mereka butuhkan dengan prinsip gotong royong. Semoga saudara Slamet segera mendapat penanganan yang baik dan diberi kesembuhan oleh Allah," ungkap Kusnadi.

Dalam sesi tanya jawab, kader PDI Perjuangan juga mengeluhkan sedimentasi sungai buntung dan kali Sinir sehingga butuh normalisasi atau pengerukan agar saat musim penghujan tidak lagi terjadi banjir di kawasan Waru maupun Kureksari Sidoarjo. 

Mendapat keluhan seperti itu, Wisnu Pradono anggota DPRD Sidoarjo asal Fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa Sungai Sinir memang butuh normalisasi. Bahkan masyarakat di sepanjang sungai berniat menjadikan sungai tersebut sebagai obyek wisata air sehingga bisa memberdayakan masyarakat sekitar.

"Normalisasi sungai buntung Waru dan sungai Sinir masih alot dibahas di DPRD Kabupaten Sidoarjo karena keterbatasan anggaran. Mengingat, panjang sungai yang hendak dinormalisasi itu cukup panjang," ungkap Wisnu.

Senada, Kusnadi menambahkan, jika normalisasi itu memang sangat dibutuhkan masyarakat dan anggaran Pemkab Sidoarjo terbatas, maka pihaknya menyarankan supaya Pemkab Sidoarjo mengajukan bantuan kepada Pemprov Jatim supaya nantinya bisa diperjuangkan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim agar diprioritaskan oleh Gubernur Jatim Khfifah Indar Parawansa.

"Pemprov Jatim bisa membantu melalui bantuan keuangan selama diajukan secara resmi, dan Pemkab Sidoarjo memang kekurangan dana untuk menormalisasi sungai buntung dan sungai Sinir. Ini semua khan untuk kepentingan masyarakat Jatim khususnya untuk menanggulangi banjir dan bisa dimanfaatkan untuk destinasi wisata air," tambah Ketua DPRD Jatim.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu