Pendidikan dan Pertanian Rakyat di Harus Naik Kelas
Pendidikan dan Pertanian Rakyat di Harus Naik Kelas
Pendidikan dan Pertanian Rakyat di Harus Naik Kelas
Perkembangan ekonomi di wilayah Tuban dan Bojonegoro diharapkan bisa di imbangi dengan kualitas pendidikan serta kesejahteraan petaninya. Hal inilah yang menjadi prioritas Fauzan Fuadi, Anggota DPRD Jawa Timur asal Daerah Pemilihan Jawa Timur XII Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Senin (2/12)
Fauzan Fuadi mengutarakan, baik secara antropologi, topografi atau kondisi wilayah, antara Tuban dan Bojonegoro punya ciri khas masing-masing. Untuk Kabupaten Tuban dirinya berkonsentrasi untuk meperjuangkan bidang pendidikan di desa dan pondok pesantren agar naik kelas. “Kondisi wilayah masyarakat Tuban adalah pesantrean atau santri. Jumlah pesantren dan pendidikan keagamaan sangat banyak. Ini yang akan saya fokuskan di tahun-tahun mendatang,” jelas Fauzan.
Politisi muda ini mengaku sangat mendukung untuk mengendorse kebijakan-kebijakan yang langsung bersentuhan dengan pendidikan. Tidak hanya yang sifatnya infrastruktur sarana dan prasana yang itu mungkin bisa di cover oleh bantuan hibah dan bansos. Tapi juga pada perhatian yang sifatnya kebijakan peningkatan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah (Madin). “Yang itu bisa disinergikan antara anggaran dari kabupaten dan program dari Pemerintah Provinsi,” terangnya.
Fauzan yang juga duduk sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini menambahkan untuk wilayah Bojonegoro mengingat kondisi antropologinya adalah pertanian, maka diprioritaskan bagaimana memperhatikan kesejahteraan konstituen yang mata pencahariannya adalah petani. Apalagi bidang pertanian itu implikasinya banyak. Misalnya di musim kemarau seperti ini , air itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi juga untuk kebutuhan melangsungkan kegiatan pertaniannya. “Di musim kering begini, kegiatan ekonomi petani mandeg, hasil tidak maksimal. Kebutuhan sehari harinya juga terkendala, nah ini harus terus dicarikan jalan keluar jangka pendek dan jangka panjang,” paparnya.
Sehingga prioritas untuk Bojonegoro yang akan diperjuangkan adalah air bersih itu. Untuk jangka pendek bisa lewat bantuan. Tapi untuk jangka panjang perlu membangun embung-embung. Tidak harus dari program provinsi, tapi bisa juga bantuan dari pusat.
Sehingga permasalahan di masyarakat bisa teratasi dengan cepat dan tepat meski dirinya duduk di Komisi C yang tidak bersinggungan langsung dengan urusan pendidikan, petani ataupun air bersih. “Tapi saya harus bisa memperjuangkan dengan cara yang lain yang penting bisa bermanfaat masyarakat,” tegasnya.
Untuk diketahui, masalah pertanian di Bojonegoro kerap melanda sejumlah kecamatan. Antara lain Kecamatan Kedung Adem, kecamatan Kedungrejo. Atau Kecamatan terluar yang langsung berbatasan dengan Jawa Tengah seperti Padangan, Sekar dan Margomulyo. “Disitu kalau musim hujan banjir dan kalau kemarau kering betul, semoga nanti bisa sedikit-sedikit terselesaikan,” pungkas Fauzan.










