Pemerintah Diminta Hentikan Impor Bawang Merah
Bawang merah asal Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo semakin diminati oleh Negara Thailand. Dalam setahun bawang merah Probolinggo bisa tiga kali diekspor ke Thailand. Dimana setiap ekspor mencapai 1200 ton.
Anggota DPRD Jatim, Ahmad Hilmi mengatakan, ekspor produk pertanian ini sudah dijalani sejak pertengahan tahun 2018. Ormas Jaman mengawali ekspor bawang ke Thailand sebanyak 1200 ton. Jumlah ini masih tergolong kurang karena bawang merah yang dibutuhkan oleh Thailand sebanyak 2000 ton.
“Cuma hari ini kita mempertanyakan ke pusat gimana caranya agar hal itu berlanjut. Karena banyak petani bawang Probolinggo mempertanyakan terkait pemasaran ,” papar Hilmi.
Putra Anggota DPR RI, Anisyah Syakur itu menegaskan, bahwa kualitas bawang merah Probolinggo tidak kalah baik dengan bawang dari Brebes Jawa Tengah dan daerah lainnya. Bawang Probolinggo cenderung bentuknya kecil, tidak banyak air, dan pedasnya berbeda dengan dari Brebes
Menurutnya, saat ini produk bawang Probolinggi sangat melimpah. Maka sangat disayangkan jika pengembangan pasar bawang merah di Probolinggo tidak ditingkatkan, baik oleh Pemkab Probolinggo, maupun Pemprov Jatim.
“Selain Thailand, kita akan menyisir Malaysia dan singapura. Harapannya ekspor ke Asia dulu karena kebutuhan bawang banyak,” paparnya.
Hilmi meminta pemerintah pusat agar menghentikan impor bawang dulu selama petani bisa memasarkan produknya sendiri. Pemerintah sebaiknya member varietas-varietas baru yang baik dan unggul.
“Jangan impor, selama bisa memasarkan produknya sendiri. Kalau impor bisa membunuh petani bawang,” tegasnya.
Dia optimis bisa mencukupi permintaan Thailand asalkan pemerintah memberi perhatian ke petani bawang. Disisi lain, diperlukan upaya mempermudah sikulasi pupuk sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam distribusinya.
“Karena selama ini kurang perhatian dari pemerintah soal pemasaran dan terlamb at pupuk. Dari Brebes dan Probolinggo kita tingkatkan, bisa mencukupi.Kalau bisa diselesaikan stok tidak akan kurang,”pungkasnya.











