gerbang baru nusantara

Komisi D Sambut Baik Penghapusan UN oleh Pusat

Komisi D Sambut Baik Penghapusan UN oleh Pusat

Siti
Selasa, 17 Desember 2019
Bagikan img img img img

Komisi D Sambut Baik Penghapusan UN oleh Pusat

Dihapusnya ujian nasional oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan disambut baik oleh Komisi D DPRD Jatim. Mengingat selama ini sistem pembelajaran di Jatim cukup bagus, sehingga tak heran banyak anak didik di Jawa Timur selalu menjadi juara baik ditingkat nasional maupun internasional.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Artono menegaskan jika dalam bersosialisasi di masyarakat tidak hanya dibutuhkan intelegensi saja, tapi juga karakter. Untuk itu pihaknya menyambut baik penghapusan Ujian Nasional pada 2021. Pasalnya, dengan majunya tekhnologi, sekolah tidak hanya mengandalkam pada intelegensi saja  tapi juga karakter dan kerjasama siswa sangat dibutuhkan.

"Contohnya di Amerika. Di negara maju seperti ini ternyata kerjasama antar siswa yang didahulukan, sementara soal kepandaian nomor sekian. Biasanya anak pandai lebih cenderung bersikap individu, sementara dalam bersosialisasi di masyarakat dibutuhkan kerjasama dan karakter,"tegas politikus asal PKS ini, Selasa (17/12).

Seraya dicontohkan, saat pria yang juga pengusaha sukses ini bagaimana ITS dapat menciptakan mobil listrik hingga menang di dunia internasional. Tapi nyatanya hingga saat ini Indonesia tidak punya pabrik mobil listrik."Intinya juara itu biasa. Tapi cara mengimplemantasikan agar para generasi muda bisa menjadi entrepreneur itu sulit,"papar pria murah senyum ini.

Seraya disebutkan hasil penelitian yang dilakukan Prof Agus Budiyono yang mengajar 15 tahun di tiga sekolah yaitu Australia, USA Korea dan Indonesia sendiri jika ada tiga hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking. "Intinya betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan,"tegasnya.

Ternyata sinyalemen ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21. Dan bersekolah di Universitas/ Sekolah favorit di urutan ke-23. "Artinya menurut hasil riset, nilai NEM, rangking tidak terlalu pengaruh terhadap kesuksesan,"lanjutnya.

Namun lebih dari itu sesuai hasil riset ada sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan, yaitu Kejujuran (Being honest with all people),  Disiplin keras (Being well-disciplined), Mudah bergaul (Getting along with people),  Dukungan pendamping (Having a supportive spouse),  Kerja keras (Working harder than most people), Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business),  Kepemimpinan (Having strong leadership qualities),  Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality),  Hidup teratur (Being very well-organized) serta Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

"Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan softskill,"paparnya dengan nada penuh optimis

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu