Realisasi Perpres 80/2019, BUMN Diminta Bantu Majukan Perekonomian Di Madura
Realisasi Perpres 80/2019, BUMN Diminta Bantu Majukan Perekonomian Di Madura
Realisasi Perpres 80/2019, BUMN Diminta Bantu Majukan Perekonomian Di Madura
Wakil Ketua DPRD Jatim Ach. Iskandar mengatakan pihaknya berharap BUMN yang dimiliki pemerintah pusat untuk melirik pulau Madura sebagai upaya meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Terlebih munculnya Perpres 80 tahun 2019 yang bisa dijadikan dasar hukum untuk memajukan perekonomian di Madura.
“BUMN itu banyak relasi pengusaha-pengusaha termasuk BUMN itu sendiri bisa membangun Kawasan perekonomian di Madura. Banyak potensi yang bisa dimaksimalkan di Madura termasuk potensi SDA (Sumber Daya Alam)nya,”ungkap politisi asal partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (19/1/2020).
Pria kelahiran Sumenep ini mengatakan dengan perhatian penuh BUMN di Madura, pihaknya yakin IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Madura bisa naik.
“Selama ini IPM di Madura rendah. Hal ini karena pemenuhan prasarana dan sarana perekonomian di pulau garam terbatas. Bahkan tak ada sama sekali. Oleh sebab itu kami dorong untuk keterlibatan BUMN dalam mengelola pulau Madura,”jelasnya.
Politisi mantan birokrat ini menambahkan pihaknya memberikan apresiasi langkah gubernur Khofifah bersama tim ekonominya melakukan sejumlah road show ke sejumlah kementerian sebagai implementasi perpres no 80/2019.
“Road show bu gubernur dan timnya merupakan upaya memaksimalkan realisasi Perpres 80/2019 ini sebagai pintu masuk percepatan pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan bahkan percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur harus bisa menyatu,”jelasnya.
Saat road show ke Kementerian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Gubernur Jatim menyampaikan rencana Pemprov Jatim yang akan membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan Jembatan Suramadu, di sisi Madura. Pemprov Jatim sudah menyiapkan konsep Islamic Science Park, yakni 20 persen edukasi, 30 persen keuangan Islam , dan 50 persen wisata.
Nantinya di kawasan tersebut, tidak hanya menjadi pusat ekonomi syariah, namun juga wisata, budaya, dan juga kuliner. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 101 hektare. Rencana pembangunan Islamic Center tersebut didorong oleh keinginan Khofifah agar pintu masuk ke pulau Madura menjadi tempat dan pusat budaya yang ada di Madura serta diharapkan mengurangi pengangguran











