gerbang baru nusantara

Atasi Kekurangan Pupuk, Komisi B akan Datangi Kementan

Atasi Kekurangan Pupuk, Komisi B akan Datangi Kementan

Adi Suprayitno
Selasa, 21 Januari 2020
Bagikan img img img img

Atasi Kekurangan Pupuk, Komisi B akan Datangi Kementan

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk akan dicarikan jalan keluar dengan mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Pertanian Jatim. Hal ini agar kebutuhan pupuk organic terpenuhi. 

Mengingat Provinsi Jawa Timur mengalami kekurangan pasokan pupuk organic, hingga 50 persen, jika dibandingkan kuota tahun sebelumnya. Hal ini akibat pemerintah pusat mengurangi pasokan untuk Jawa Timur, dan dialihkan ke Provinsi lainnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto berjanji akan mendatangi kantor Kementerian Pertanian untuk meminta tambahan kuota karena pasokannya turun 50 persen lebih.

“Jawa Timur merupakan lumbung pertanian. Kalau dipotong 50 persen maka tidak bisa penyuplai pangan nasional,” tuturnya.

Solusi lainnya adalah mengambil jatah pupuk mulai November hingga Desember 2020. Mengingat saat ini merupakan musim tanam sehingga membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Sementara untuk pengganti November-Desember bisa mengajukan pasokan. Jika jatah bulan mendatang tidak diambil, maka petani bisa resah karena pasokannya kurang.

“Pupuk dibreakdown setiap bulan. Sementara penggunaan pupuk tertentu. Seperti Bulan Januari- Februari tinggi-tingginya penggunaan pupuk. Maka Alokasi November- Desember 2020 ditarik dulu. Kalau tidak ditarik ke bawah akan menimbulkan keributan kekacauan,” ujarnya.

Disisi lain, pabrik juga harus menyediakan pupuk non subsidi. Jika pupuk organic habis, maka mau tidak mau petani harus beli non subsidi.

Sementara untuk mengatasi hama tikus, Komisi B desak pemerintah melakukan pengembangan Burung Hantu. Mengingat tikus tidak akan berkembang biak jika ada burung hantu

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu