Komisi E DPRD Jatim Desak Pemerintah Terapkan Lockdown
Komisi E DPRD Jatim Desak Pemerintah Terapkan Lockdown
Komisi E DPRD Jatim Desak Pemerintah Terapkan Lockdown
Upaya pemerintah yang tidak mengambil kebijakan lockdown di tengah merebaknya virus Covid 19 dianggap Komisi E Jatim terlalu membahayakan, mengingat covid 19 virus yang sangat membahayakan bagi orang yang tidak mempunyai kekebalan tubuh yang prima, terutama bagi orang tua usia diatas 60n tahun, dan orang dewasa yang mempunyai riwayat penyakit
Wakil Ketua Komisi E jatim Artono, menegaskan” jika pemerintah tidak segera mengambil kebijakan yang memprioritaskan penghentian penyebaran virus ini dikhawatirkan justru penyebaran virus ini semakin massif dari waktu kewaktu, oleh karenanya provinsi kabupaten/kota karena masing-masing daerah ada kepala daerahnya yang harus memikirkan keselamatan rakyatnya serta bersama-sama mengawal instruksi dari pemerintah pusat agar tidak mengadakan kerumunan orang banyak untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, kami setuju ada tidakan tegas dari aparat dan seera laukan lockdown.” Katanya
Menurut politisi asal FPKS ini Rabu (25/3) dengan kebijakan social distancing saat ini masih sangat membahayakan karena masyarakat masih berhubungan satu sama lain, terutama dilingkungan kerja sehingga kalau salah satu ada yang terinfeksi covid 19 maka teman kerja lainnya akan tertular dan akan terbawa ke daerah dimana asal pekerja itu tinggal , “keadaan akan semakin parah dan virus akan menyebar luas tentunya.” Lanjutnya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan untuk update data kasus covid 19 di Jatim, hingga 24 Maret 2020 pukul 18.00 jumlah orang dalam pemantuan ODP ada 2003 orang, 142 orang pasien dalam pengawasan PDP dan 51 positif Covid 19.










