gerbang baru nusantara

Fraksi PKS Dorong Surabaya Terapkan PSBB

Fraksi PKS Dorong Surabaya Terapkan PSBB

Adi Suprayitno
Rabu, 15 April 2020
Bagikan img img img img

Fraksi PKS Dorong Surabaya Terapkan PSBB

Penyebaran covid-19 di Surabaya terus mengalami lonjakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif. Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Surabaya, Fraksi PKS DPRD Jawa Timur mendorong agar Pemkot Surabaya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam update penyebaran covid-19 yang dirilis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Lonjakan tertinggi pasien positif di Surabaya terjadi pada Minggu 12 April 2020. Dimana dalam sehari terjadi penambahan 87 pasien positif. Sementara Senin kemarin, pasien positif di Surabaya bertambah 28 orang, sehingga sampai saat ini ada 208 orang positif terinfeksi covid-19 di Surabaya.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati menjelaskan,  untuk menghambat laju penyebaran virus corona sebenarnya perlu kedisplinan. Himbauan Pemerintah agar masyarakat berdiam rumah, dan melakukan social distaycing tidak cukup untuk melakukan pembatasan masyarakat.

Lilik menilai perlu ada sedikit penegasan agar virus corona ini penyebarannya berhenti. Mengingat himbauan pemerintah agar masyarakat berdiam di rumah hanya diikuti 20- 30 persen.

"Dibeberapa tempat seperti di Jalan Tunjungan dan Darmo sudah dilockdown beberapa waktu itu sudah cukup membantu. Namun jalan lain, seperti dari Jalan Indrapura menuju ke Sukolilo masih ramai. Tidak ada perubahan apapun. Pengurangan hanya 20-30%," ujar Lilik, dikonfirmasi.

Lilik menilai Pemkot Surabaya kurang tegas hingga mengakibatkan jumlah kasus positif bertambah banyak. Mengingat jumlah penduduk Surabaya terbanyak setelah Jakarta. Perempuan yang juga anggota DPRD Jatim ini menilai dengan aktivitas yang luar biasa, sementara tidak ada penekanan, maka pencegahan bertambahnya kasus covid-19 tidak akan berhasil.

Jika situasi seperti ini terus, Lilik pesimis perkiraan puncak pandemi covid-19 terjadi pada bulan Mei. Apalagi masyarakat masih banyak yang melakukan mudik. Padahal mudik ini bisa saja menjadi salah satu penyebab penyebaran covid-19. "Maka PSBB adalah solusi lebih baik," pintanya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu