Pengambilan BLT di Sejumlah Kantor Pos Ditengarai Langgar Protokol Kesehatan
Pengambilan BLT di Sejumlah Kantor Pos Ditengarai Langgar Protokol Kesehatan
Pengambilan BLT di Sejumlah Kantor Pos Ditengarai Langgar Protokol Kesehatan
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang resmi diserahkan mulai Selasa (12/5/2020) lewat kantor pos dipenuhi oleh masyarakat. Tak heran jika protokol kesehatan dan physical distancing pun dilanggar. Mengingat jumlah orang yang mengantre di loket hingga ratusan orang.
Anggota Komisi C DPRD Jatim, Lilik Hendrawati sudah meyakini jika hal tersebut akan terjadi. Mengingat masyarakat sudah menantikan dana tersebut berbulan-bulan sebesar Rp600 ribu perbulan. Karenanya saat ada kabar BLT cair, maka masyarakat langsung menyerbu sejumlah kantor pos.
"Seharusnya pihak kantor pos sudah melakukan antisipasi kehadiran masyarakat yang lapar dan bantuan dari pemerintah. Bisa minta bantuan aparat kepolisian atau Dinas Kesehatan Jatim. Dengan begitu tidak ada pelanggaran baik physical distancinh atau protokol kesehatan,"papar politisi asal PKS, Rabu (13/5/2020).
Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat masyarakat saling serobot untuk mengambil bantuan tersebut, tanpa menghiraukan penularan covid-19. Karena mereka lapar dan menunggu bantuan dari pemerintah sangat lamban, sedang mereka tak punya uang untuk membeli makan atau sembako.
Karenanya, Lilik sempat telpon ke Dinas Kesehatan Jatim untuk mengawal penyerajan bantuan tersebut agar tidak berimplikasi dengan bertambahnya penderita positif covid 19.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Besar (Kebon Rojo) Surabaya, Arifin Muchlis menegaska jika pihaknya sudah mengantisipasi kerumunan orang yang akan mengambil dana BLT. Diantaranya dengan memberikan nomor urut dan jadwal prngambilan. Ternyata hal itu dilanggar dan mereka yang jumlahnya ratusan orang pada berebut untuk mencairkan BLT.
"Sebenarnya pihak kami sudah menyiapkan protokol kesehatan, diantaranya dengan pemberian nomor urut dan jadwal pengambilan. Kami tidak tahu tiba-tiba orang datang secara berkelompok sehingga membuat petugas kami yang telah kita siapkan merasa kelabakan dan kewalahan mengaturnya,"jelasnya dalam realesenya.
Terpusah Djuwariah (35) salah satu penerima BLT mengaku sudah dua jam menunggu oencairan BLT. Meski diakuinya kartu pengambilan disebutkan pukul 11.00, tapi dia sudah datang jam 09.00, dengan alasan takut kehabisan.
"Bagaimana saya tidak khawatir, karena memang selama ini belum pernah menerima bantuan baik sembako atau usng dari pemerinta. Karenanya ketika ada pengumuman pengambilan BLT saya langsung kesini. Karena memang saya tidak punya uang untuk makan.suami bekerja sebagai ojol, sementara dia buruh harian disebuah pabrik yang ter PHK," lanjut ibu tiga anak ini











