Komisi A Sebut BKD Teledor Fasilitasi Pelantikan Secara Offline
Komisi A Sebut BKD Teledor Fasilitasi Pelantikan Secara Offline
Komisi A Sebut BKD Teledor Fasilitasi Pelantikan Secara Offline
Kasus Covid-19 di Jawa Timur menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, dimana Pemprov Jatim bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pun menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik kepada masyarakat maupun di lingkungan Pemprov Jatim. Namun demikian Komisi A DPRD Jatim menyesalkan pelantikan secara offline yang dilakukan BKD Jatim ditengah pendemi covid-19, tanpa mengindahkan social distancing dan physical ditancing.
Karena itu, Anggota komisi A DPRD Jatim Muzammil Syafi'i menyesalkan adanya kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap Kepala Sekolah dan Pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Jatim yang diselenggarakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim
"Manurut saya pelantikan bisa dilakukan tidak dengan offline atau bertatap muka langsung, melainkan bisa dengan online. Misalnya lewat zoom atau google meeting, yang terpenting tata aturan untuk penyumpahan dilakukan dengan membawa Al Quran sendiri atau Kitab Suci sesuai Agama dianut," ujar politisi NasDem yang akrab disapa Buya itu, Rabu (3/6/2020).
Politisi yang sudah dua periode ini mengungkapkan, sekarang ini masih masa pandemi Covid-19. Bahkan kota Surabaya masih dalam status pembatasan sosial berskala besar atau PSBB jilid 3.
Karena itu, harusnya para pejabat harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan menghindari kerumunan orang. Apalagi dalam jumlah yang besar, sebab beresiko terjadi penularan.
"Saya menilai BKD teledor karena memfasilitasi pelantikan secara offline. Apalagi kalau benar ada peserta pelantikan yang tertular Covid-19. Nanti akan kita pertanyakan ini dalam rapat kerja tanggal 4 Juni di Komisi A," imbuh Ketua Fraksi NasDem DPRD Jatim ini.
Sementara itu, Kepala BKD Jatim Nurkholis dalam keterangan pers menyebut bahwa pihaknya hanya menyediakan tempat. Sedangkan pelaksana kegiatannya adalah Dinas Pendidikan Jatim. Itu pun bukan pelantikan, hanya pengukuhan.
"Kami hanya ketempatan saja. Itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk membagi 240 peserta menjadi empat gelombang," terang Nurkholis.
Sebelumnya diketahui, seluruh peserta pelantikan adalah Kepala Sekolah dan Pengawas (penilik). Salah satu peserta dari Mojokerto dengan KTP asal Jombang meninggal dunia diduga karena positf COVID-19. Pelantikan tanggal 20 Mei 2020 itu dilakukan empat gelombang dan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi. Sedangkan Nurkholis Kepala BKD Jatim hadir sebagai undangan. Sementara Sekdaprov Heru Tjahjono dikabarkan sempat hadir pada pelantikan gelombang pertama










