gerbang baru nusantara

Kurangi Angka Pengangguran, Dorong Maksimalkan BLK

Kurangi Angka Pengangguran, Dorong Maksimalkan BLK

Adi Suprayitno
Selasa, 03 November 2020
Bagikan img img img img
Tingginya angka pengangguran nampaknya tidak diimbangi dengan ketersediaan alat di Balai Latihan Kerja (BLK) yang sesuai perkembangan jaman. Akibatnya perusahaan akan enggan menyerap pengangguran, jika tidak memiliki skill sesuai kebutuhan.
 
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari mengaku dalam kunjungannya di BLK Jember keberadaan alatnya sudah ketinggalan jaman. Artinya alat-alat tersebut perlu diperbarui karena teknologi semakin berkembang.
 
Di tengah pandemi covid-19, keberadaan BLK sangat diperlukan dalam rangka memberi ketrampilan kerja secara mandiri. Baik bagi pelaku UKM dan industri. 
 
BLK dinilai dapat memberi kemudahan usaha untuk mengantasi krisis resesi sehingga ekonomi bisa bangkit kembali.
 
Hari Putri Lestari optimis dengan adanya pelatihan di BLK, masyarakat terutama lulusan SMA/SMK memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan.
 
"Pada pandemi covid-19 banyak pengangguran maka Pemerintah Provinsi Jatim perlu menambah pelatihan-pelatihan keterampilan, konsultasi/memberi arahan agar bisa berwirausaha atau bekerja di perusahaan," kata Hari Putri Lestari.
 
Menurut politisi asal PDIP itu, persoalan di BLK saat ini adalah alat-alat sudah tidak lagi mengikuti jaman. Seperti halnya otomotif. Dimana saat ini sudah banyak otomatif matic. Sementara alat di BLK hanya otomotif yang manual.
 
Hari menyebut kebutuhan otomotif matic saat ini sangat banyak. Untuk itu perlu adanya pembaharuan alat di BLK untuk motor matic.
 
"Jika hanya mengandalkan yang manual maka ketinggalan jaman. Sekarang kan motor matic banyak yang diminati masyarakat," katanya.
 
Selain otomotif, di bidang IT juga diperlukan pembahuruan. Seperti halnya komputer. Hari menilai komputer yang ada di BLK spesifikasi sudah tidak mengikuti perkembangan jaman lagi. Artinya saat ini mesin komputer sudah diatas i3 bukan lagi Pentium IV.
 
"Komputernya itu sangat lemot jadi lambat loading apalagi untuk mengakses internet," katanya.
 
Jika komputer sudah memenuhi spesifikasi, selanjutnya Pemerintah bisa memberi pelatihan IT sosial media untuk memasarkan hasil produksi UMKM-nya. Memang di era digitalisasi, masyarakat harus mampu menjalankan sosial media untuk memasarkan produk secara online.
Pembaharuan juga diperlukan untuk mesin-mesin lainnya. Hal ini agar perusahaan mau menyerap tenaga kerja lulusan dari BLK. 
 
"Masih diperlukan alat penunjang latihan baik mesin, komputer ketinggalan jaman dan teknologi, "katanya.
 
Lestari meminta agar Pempov Jatim menambah mobil keliling BLK. Mengingat saat ini mobil keliling dibutuhkan masyarakat, sehingga tidak perlu jauh-jauh mendatangi BLK di kota.
 
Mobil keliling nantinya bisa melatih masyarakat di pelosok-pelosok desa untuk menciptakan skill. Dengan begitu, masyarakat desa dapat berwirausaha sendiri di daerahnya.
 
Hari Putri Lestari menjelaskan, setelah masyarakat diberi pelatihan, Pemerintah Provinsi Jatim bisa memberi dana hibah atau pinjaman tanpa bunga atau bunga sangat ringan. Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat membantu mencarikan lapangan pekerjaan bagi yang lulus dari BLK. 
 
Begitu juga halnya Dunas Koperasi dan UMKM dapat membantu pemesaran hasil UMKM yang dibuat masyarakat. "Kalau Pemerintah membantu angka pengangguran akan berkurang," katanya. 
 
Selain BLK, Hari Putri Lestari juga akan sosialisasi Undang-undang Omnibus Law. Hal ini agar masyarakat memahami manfaat undang-undang tersebut. 
 
Selama ini masyarakat hanya memandang sebelah mata saja soal Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja. Padahal jika diresapi,  Undang-undang ini sisi negatifnya hanya sedikit daripada manfaatnya untuk masyarakat.
 
"Masyarakat kurang memahami isi dari Undang-undang Omnibus Law.  Maka nanti kami kan sosialisasi ke masyarakat agar paham betul isinya," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu