gerbang baru nusantara

Pasca Ditutup, Puluhan Relawan RS Lapangan Covid-19 Wadul DPRD Jatim

​​​​​​​Kota Surabaya - Puluhan relawan Covid-19 yang dipekerjakan di rumah sakit lapangan di Surabaya dan Bangkalan wadul ke DPRD Jawa Timur. Pasalnya, selama rumah sakit lapangan ditutup karena pandemi covid-19 sudah turun, kini mereka sudah tak bekerja lagi. Dalam aksi tersebut relawan langsung ditemui anggota DPRD Jatim, Hari Putri Lestari di ruang Banmus DPRD Jatim.

Rahmat Hidayat
Senin, 19 Desember 2022
Bagikan img img img img

Kota Surabaya - Puluhan relawan Covid-19 yang dipekerjakan di rumah sakit lapangan di Surabaya dan Bangkalan wadul ke DPRD Jawa Timur. Pasalnya, selama rumah sakit lapangan ditutup karena pandemi covid-19 sudah turun, kini mereka sudah tak bekerja lagi. Dalam aksi tersebut relawan langsung ditemui anggota DPRD Jatim, Hari Putri Lestari di ruang Banmus DPRD Jatim.

 

Kami ingin nasib kami diperhatikan mengingat saat rumah sakit lapangan beroperasi, kami sudah berjibaku untuk membantu pasien covid-19 hingga sembuh. “Kami ingin dipekerjakan oleh Pemprov,” kata salah satu relawan, Susianti ditemui di DPRD Jawa Timur, Jumat (2/12/2022).

 

Wanita asal Sidoarjo ini mengatakan pihaknya ingin Pemprov memperhatikan nasibnya untuk bisa terus mendapatkan penghasilan sehingga bantuan dengan dipekerjakan kembali bisa diharapkan membantu perekonomian relawan.

 

“Kami minta agar nantinya didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Jawa Timur,” katanya.

 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari berharap Pemprov bijak dalam menindaklanjuti dengan memberikan pekerjaan terhadap relawan covid-19 di rumah sakit lapangan di Surabaya dan Bangkalan.

 

“Pemprov saya minta koordinasi dengan rumah sakit se-Jawa Timur yang dimiliki Pemprov maupun milik swasta maupun Pemkab dan Pemkot untuk bisa mempekerjakan di sana,” kata Hari Putri Lestari politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini.

 

Wanita yang akrab dipanggil HPL ini mengungkapkan pihaknya berharap nasib mereka agar mendapat pekerjaan diperhatikan. “Kalau toh harus bekerja ke luar negeri sebagai perawat atau tenaga medis mereka bersedia. Tentunya sebelumnya diberikan pelatihan sebagai kesiapan untuk diberangkatkan ke luar negeri,” katanya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dokter Erwin Astha Triyono mengatakan tidak seharusnya relawan tersebut wadul ke DPRD Jawa Timur.

 

“Mereka itu relawan yang tentunya selama bekerja sebagai relawan itu hak-haknya sudah dipenuhi. Kalau sudah tidak ada pekerjaan ya harusnya mereka menerima,” terang mantan kepala rumah sakit lapangan Pemprov Jawa Timur ini.

 

Erwin mengatakan jika mereka ingin mendapatkan pekerjaan sebagai nakes, tentunya pihaknya bisa membantu untuk memfasilitasi ke sejumlah rumah sakit atau yang lainnya jika membutuhkan tenaga baru.

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu