Swiss Tingkatkan Kerjasama,Ekonomi Jawa Timur Bisa Meningkat
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono beberapa waktu lalu menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Olivier Zehnder di Gedung Negara Grahadi.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono beberapa waktu lalu menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor
Leste dan ASEAN Olivier Zehnder di Gedung Negara Grahadi.
Di pertemuan ini, keduanya membahas penguatan kerjasama yang sudah terjalin di bidang ekomoni serta membahas potensi-potensi perdagangan
dan investasi yang bisa ditingkatkan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Swiss.
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Noer Soetjipto mengatakan peluang mengembangkan kerjasama di investasi selaras dengan apa yang dilakukan
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Yang mana pada tanggal 16 Desember 2018, Menteri Perdagangan RI dan menteri negara-negara di
European Free Trade Association (EFTA) menandatangani perjanjian Indonesia - EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement
(IE-CEPA). Persetujuan IE CEPA, kata Adhy, merupakan persetujuan dagang pertama Indonesia dengan negara-negara di benua eropa.
"Dengan adanya IE-CEPA, EFTA diharapkan menjadi pintu masuk meningkatkan akses perdagangan barang jasa serta mendorong investasi
Indonesia khususnya Jawa Timur. Mengingat saat ini Jatim dan Swiss sudah melakukan kerjasama dan akan semakin kuat hubungan bilateral
melalui IE-CEPA di sektor ekonomi serta perdagangan," tutur politisi Gerindra ini, Minggu (25/2/2024).
Melalui kerjasama di bidang ekonomi khususnya investasi, lanjut dia, sektor perekonomian di Jatim terus melaju. Berdasarkan data PUSDATIN
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, tercatat mulai tahun 2019 sampai 2023, neraca perdagangan Provinsi Jatim dan Swiss nilainya
surplus bagi Jatim senilai US$ 49,3 juta.
"Surplus tersebut tidak lepas dari nilai ekspor dan impor kedua negara. Pada agustus 2023, nilai ekspor Jatim ke Swiss mencapai US$
82,32 juta. Beberapa komoditas non migas yang dibawa Jawa Timur ke Swiss berupa perhiasan, permata, perkakas, kendaraan dan bagiannya,
mainan, berbagai makanan olahan, kain perca, alas kaki, kayu dan barang dari kayu serta perabot"jelasnya.
Terpisah, Penjabat gubernur Jawa Timur Adhi Karyono mengatakan Adhy, kerjasama dengan luar negeri, baik institusi pemerintah maupun lembaga
internasional memiliki fungsi yang strategis. Utamanya, dalam memberikan dukungan kebijakan pembangunan dan mempererat hubungan
masyarakat kedua belah pihak.
"Pertemuan siang ini merupakan momentum menguatkan hubungan antara Provinsi Jatim dengan Swiss serta masyarakat kedua wilayah. Saya
berharap program kerjasama dan hubungan perekonomian Jatim dan Swiss semakin meningkat dan memberikan kemanfaatan besar di masa mendatang,"
kata Adhy.










