Fraksi PDIP Soroti Tingginya Investasi tapi Serapan Tenaga Kerja Minim
Seluruh Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) telah menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Jawa Timur Akhir Tahun Anggaran 2023.
Seluruh Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) telah menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Jawa Timur Akhir Tahun Anggaran 2023. Pemandangan umum tersebut, disampaikan pada Sidang Paripurna pembicaraan tingkat I, di Gedung DPRD Jatim, Jl. Indrapura, Surabaya, Senin (1/4/2024).
Salah satu Fraksi yang menyampaikan Pemandangan Umumnya dan dibacakan secara langsung adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, yang diwakili oleh juru bicaranya Agatha Retnosari. “Ada enam prioritas pembangunan, yang sudah dijabarkan secara rinci didalam pemandangan Fraksi, dan saya rasa nanti bisa didalami oleh eksekutif,” ujarnya.
Dalam Pemandangan Umum atas LKPj Gubernur Jatim akhir tahun 2023 tersebut, PDIP menyoroti rendahnya serapan tenaga kerja, yang dinilai tidak berseiring dengan peningkatan jumlah investasi yang masuk ke Jatim.
“Investasi jelas dianggap tidak mencerminkan dengan uopaya pencapaian program pembangunan. Ini bisa dilihat dari serapan tenaga kerja sektor perdagangan yang mengalami penurunan,” imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengaku sudah menyiapkan tanggapan terkait dengan pemandangan umum fraksi tersebut, khususnya sorotan terkait nilai investasi dan jumlah pengangguran.
“Investasi itukan masuk sebagai kontrak, tetapi proses implementasi rekruitmennya kan belum. Misalnya investasi freeport kan sudah, tetapi bulan Juni ini baru operasional, karyawannya bisa terserap, dan itu 60 persen dari Gresik,” tuturnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2023 pada Senin 25 Maret 2024 lalu. Capaian kinerja Pemprov Jatim tahun 2023 menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Dari 11 indikator kinerja utama (IKU) yang ada, sebanyak 97,77 persen telah tercapai dan menunjukkan keberhasilan.










