gerbang baru nusantara

Jatim Layak Siaga Ketahanan Pangan, 200 Penyakit Bawaan Makanan Incar Warga

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan pihaknya mengingatkan Pemprov untuk mewaspadai penyakit bawaan makanan. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga pentingnya keamanan pangan bagi ketahanan pangan Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional Indonesia Timur.

Try Wahyudi
Kamis, 27 Juni 2024
Bagikan img img img img
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan pihaknya mengingatkan Pemprov untuk mewaspadai penyakit bawaan
makanan. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga pentingnya keamanan pangan bagi ketahanan pangan Jawa Timur sebagai
Lumbung Pangan Nasional Indonesia Timur.

"Keamanan pangan ini menjadi penting sebagaimana diteliti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa tiap tahun sekitar 600 juta orang jatuh
sakit akibat 200 jenis penyakit bawaan makanan. Penyakit bawaan makanan bertanggung jawab atas 420 ribu kematian yang dapat dicegah
setiap tahunnya, "kata politisi PDI Perjuangan ini, Kamis (27/6/2024).

Menurut pria yang juga bakal calon walikota Malang ini membeberkan salah satu kepedulian yang ditunjukkan Pemprov Jatim melalui kerja
sama dengan Bapanas adalah layanan laboratorium keliling dan pos pantau untuk memastikan tidak adanya kontaminasi bahan pangan segar di
berbagai pasar.

"Selain itu, terdapat juga pasar bebas kontaminasi yang disebut Pasar Segar Aman (Pas Aman) di sembilan kabupaten dan kota. Salah satunya
Pasar Nambangan Surabaya yang menjadi Pilot Project Pas Aman," terangnya.

Danro (Panggilan akrab Daniel Rohi) mengatakan pemprob Jatim berkomitmen untuk menjaga hasil panen demi mendukung ketahanan pangan
di era krisis iklim global. "Sekarang ini di Jatim mulai menghadapi climate change dan kebakaran tapi dengan bantuan dan sinergi dari
segala pihak terkait termasuk Kementerian Pertanian, Saya optimis kalau Jawa Timur bisa mempertahankan panen kita," tegasnya.

Saat menghadiri Hari Keamanan Pangan Dunia atau World Food Safety Day (WFSD) 2024, Pj. Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono menekankan
pentingnya keamanan pangan bagi ketahanan pangan Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional Indonesia Timur. Mengingat, Jawa Timur sebagai
provinsi penyangga pangan nasional menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas demi kesehatan masyarakat.

Sebagai salah satu penyokong utama pangan nasional, lanjut dia, pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan
bahwa makanan yang dikonsumsi oleh masyarakatnya aman dan sehat. Dalam hal ini, Adhi Karyono  menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap
bahan pangan sebelum dan setelah beredar di pasar.

"Sistem pengawasan pre-market dan post-market yang ketat menjadi kunci untuk memastikan bahwa pangan yang beredar di Jawa Timur bebas dari
kontaminasi berbahaya seperti pengawet dan pestisida," ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu