gerbang baru nusantara

Prihatin Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Saatnya Pemerintah Beri Layanan Trauma Healing Korban

Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Agus Black Hoe, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera turun tangan memberikan pendampingan dan layanan trauma healing kepada korban yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali khususnya kepada anak-anak dan perempuan yang mengalami tekanan psikologis akibat insiden ini.

Try Wahyudi
Sabtu, 05 Juli 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Agus Black Hoe

Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Agus Black Hoe, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera turun tangan memberikan pendampingan dan layanan trauma healing kepada korban yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali khususnya kepada anak-anak dan perempuan yang mengalami tekanan psikologis akibat insiden ini.

"Kami meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera hadir memberikan pendampingan bagi para korban selamat, termasuk layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan perempuan yang mengalami kejadian traumatis dalam insiden ini," ujar Agus, sabtu (5/7/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa penanganan pasca-kejadian tidak hanya sebatas evakuasi fisik, namun juga mencakup pemulihan psikologis, yang dapat berdampak jangka panjang apabila tidak ditangani secara serius.

Menurut Agus, kegagalan dalam menangani krisis semacam ini akan berdampak pada kepercayaan publik terhadap transportasi laut secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa standar keselamatan, kelayakan kapal, serta kualitas layanan pelayaran ditingkatkan secara konsisten dan sistemik.

"Jangan sampai ada keraguan di masyarakat untuk menggunakan transportasi laut kita, sehingga kepercayaan publik menurun," serunya.

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu 2 Juli 2025 malam kemarin. Kapal nahas ini berlayar dari Ketapang,Banyuwangi menuju Gilimanuk Bali pukul 22.56 WIB, Rabu 2 Juli 2025.

Beberapa menit setelahnya, Pukul 23.35 WIB, kapal tenggelam terlihat dari petugas jaga Syahbandar. Posisi terakhir kapal terlihat di perairan Selat Bali pada koordinat _8° 9'32.35"S 114°25'6.38_ hingga Kamis 3 Juli 2025, upaya pencarian terhadap 28 korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian diperluas hingga lebih dari enam mil laut dari lokasi kejadian. Sementara itu, sebanyak 21 korban selamat yang berdomisili di Banyuwangi telah dipulangkan ke keluarga masing-masing pada Rabu malam.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, mengatakan bahwa operasi pencarian diperkuat dengan dukungan alat utama (alut) dari berbagai potensi SAR, termasuk kapal perang milik TNI AL seperti KRI Teluk Ende dan KRI Tongkol, serta helikopter dari Baharkam Polri dan unsur swasta.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu