Harusnya Kaum Milenial Tertarik Bertani, Karena Pemerintah Sudah Memasifkan Mulai Alsintan, Bibit Unggul, Instfrastruktur dan Program Pendampingan
Deni Prasetnya, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim berpende[at bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur saat ini sudah memenuhi target yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Deni Prasetnya, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim berpende[at bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur saat ini sudah memenuhi target yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Tentu dari pemerintah pusat itu hari ini terkait dengan ketahanan pangan, suasana pendapat pangan, program ditopang lah program mulianya Presiden dan Wakil Presiden, pemerintah pusat terkait dengan capaian suasana pendapat pangan, ketahanan pangan. Itu harus tercapai bukan hanya di Jawa Timur. Tapi kita kan bicara di Jawa Timur ini kan. Lumbung padi yang ada di Jawa Timur.
“Tentu dalam hal ini kita harus berpikir bagaimana untuk jangka panjang. Hari ini sudah memenuhi target, tetapi paling tidak jangka panjangnya itu juga harus terfikirkan. Terfikirnya bagaimana? Berfikirnya itu paling tidak bagaimana olahan-olahan tanah tersebut juga paling tidak minimalnya ada angka ketetapan nilai produksi. Dari lahan, misalkan 1.200.000 hektare yang ada di Jawa Timur itu tetap 1.200.000 hektare, capaiannya nilai produksi juga tetap. Syukur-syukur bisa nambahkan seperti itu dengan modivikasi olahan-olahan tanahnya. Kalau seandainya lahan tersebut 1.200.000 hektare, tahun depan ada kesamaan angkanya, tapi menurun, nah ini kan juga perlu difikirkan matang-matang itu, kenapa kok bisa turun. “ ujar politisi Nasdem ini.
Menrurutnya petani petani harus terus belajar terkait bagaimana membuat olahan-olahan tanahnya agar bisa tetap subur. Kalau bicara kesuburan tanah seperti PH, paling tidak tahu penunjangnya ini apa? Salah satunya adalah Pupuk, terus bibit yang unggul itu apa. Juga menggunakan mesin hari ini dengan modernisasi, terkait dengan mengolah tanahnya.
“Terkait infrastruktur. Infrastruktur mengarah kepada jalur pertanian, irigasi, jalan, bentuk, apa buat kayak dam-dam, kayak lumbung-lumbung. Buat Lumbung ya, lumbung kayak sumber ini, sumber mata air itu kan. Sumber ini Terus yang paling utama adalah bagaimana keberlangsungan tanah tersebut. Perlu adanya kayak tanah tersebut, pH-nya juga biar tidak turun, biar terjaga kualitas kesuburan tanahnya. Adanya penggunaan pupuk organik, atau dari kotoran hewan yang sudah diolahkan seperti itu. dan juga berkolaborasi dengan dinas peternakan setempat. “jelasnya.
Pihaknya juga menghimbau agar lahan tanah yang sudah berpuluh-puluh tahun, lahan tersebut 1.200.000 hektare misalkan. Diberi pupuk kimiawi terus-menerus . karena hal ini akan berisiko terhadap kerusakan tanah. Dengan sudah terlalu lama bahkan juga nanti bisa membakar tanah tersebut. Jadi akan menurutkan nilai produksi yang ada di lahan pertanian tersebut. Salah satunya paling tidak yang paling utama adalah bagaimana lahan tersebut tetap terjaga kesuburannya. Paling tidak yang perlu diterapkan itu adalah pengolahan tanahnya biar tetap subur ini. Salah satunya untuk biar tetap bertahan tanahnya, pH-nya juga tetap. Adanya pupuk-pupuk seperti organik dan pupuk-pupuk penunjang seperti kotoran hewan dari kambing dan sapi.
Bagaimana dengan ancama tingginya penggunaan lahan pertanian yang saat ini beralih fungsi jadi dan lahan industri, perumahan, dan lain-lainnya.
Dileaskannya lebih lanjut bahwa yang perlu dimasifkan terkait dengan informasi ataupun edukasi bahkan di semua tingkatan pemerintahan paling tidak ada keseragaman untuk mengarah ke sana lewat mana? lewat ya PPL-PPL penyuluh-penyuluh tersebut mengedukasi sekaligus juga biar bertani bisa bertahan lama tidak sekedar 1 atau 2 saja. Karena program mengoptimalisasi petani muda belum berhasil di beberapa daerah.
Kenapa terjadi alih fungsi lahan pertanian untuk industri dan perumahan, karena mayoritas petani tidak memiliki anak yang mau meneruskan untuk menggarap pertaniannya. Sehingga menjadi pilihan petani untuk menjual sawahnya.
“Saya kira bukan contoh misalkan saya, saya ini kan juga dari keluarga petani, tetapi kalau hari ini disupport penuh oleh pemerintah, pemerintah juga hadir. Terkait dengan misalkan infrastrukturnya, jalan menuju pertanian itu bagus. Irigasinya juga tidak kekurangan air, karena apa? Irigasinya itu tidak bocor. Terus misalkan potensi di pertanian, aliran irigasi tidak ada, tapi airnya itu pun juga musiman satu bulan sekali, dua bulan sekali. Itu kan juga menjadi pemikiran utama, kendala juga. Di sana diterapkan bagaimana ada nyambung. Embung itu kayak semacam sumber air buatan itu kan.Terus setelah itu apalagi kalau ditopang ditunjang juga oleh pemerintah. Di semua tingkatan, terkait dengan mengolah tanah, panenan, alsintan, terus adanya apa kayak, apalagi desel ya, desel air, terus juga waktu panenan juga butuh kayak transplater itu, Tetap yang menjadi operator kan manusia itu, orang. Nah, itu pun juga ada ketertarikan tersendiri bagi petani-petani, khususnya bagi petani-petani muda, petani-petani pemula, milenial, ataupun genset. Itu pun kalau ditopang seperti itu. Kalau masih melihat potensinya itu, petani itu kotor gitu kan. Nilai yang dihasilkan juga tidak begitu besar.” Paparnya.
“Terkait dengan nilai ekonomisnya. Terus lagi profesi petani itu juga tidak modern. Nah, saya kira itu kalau menurut saya hari ini adalah pilihan jadi petani harus dipikirkan oleh pemuda-pemuda ataupun milenial-milenial hari ini. Karena pemerintah hari ini sudah memasifkan terkait dengan kesemuanya itu. Al-Sintan, terus bibitnya bibit unggul, terus infrastruktur menuju pertanian, pertanian itu pun juga sudah digencarkan. Dan itu pun terus, apa namanya, kayak pendampingan itu hari ini juga sudah dilakukan dengan masif,” pungkasnya.










