gerbang baru nusantara

H Erjik Bintoro SH MH Kuatkan Program Ketahanan Pangan Keluarga dengan Bertani Kreatif

Reses kedua yang digelar politisi PKB  yang juga  anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, H  Erjik Bintoro SH MH, digelar  di rumah warga bernama Choirul Ibad di wilayah Dusun Kayen Kidul, RT 001 RW 003 kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Norah Hasanah
Minggu, 13 Juli 2025
Bagikan img img img img
Reses, H  Erjik Bintoro SH MH,  di Aula  Hasyim Asyari di Sidorawuh RT 2 RW 1, Dusun Sidorawuh, Kayen Kidul, Kediri

Reses kedua yang digelar politisi PKB  yang juga  anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, H  Erjik Bintoro SH MH, digelar  di rumah warga bernama Choirul Ibad di wilayah Dusun Kayen Kidul, RT 001 RW 003 kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Dihadiri sekitar 150  warga yang berlatar belakang petani, pelaku UMKM,  pedagang, guru, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari wilayah Sidorawuh dan sekitarnya.

"Godong salam godong cengkeh, yang jawab salam, rejekine akeh" adalah pantun untuk membuka  awal sambutan mantan anggota DPRD Jatim yang sebelumnya sempat menjabat sebagai anggota  DPRD Kabupaten Kediri dari PDIP selama tiga  periode ini.

"Kita harus bersyukur tinggal dan hidup di Indonesia negara yang aman, beragama  dan gemah ripah loh jinawi. Kita jaga dan kita uri uri. Kalau kita bandingkan hidup di negara atheis seperti China, Jepang atau wilayah negara negara Eropa, rata rata masyarakatnya  hidup dengan tatapan kosong, melakukan kegiatan sama setiap harinya seperti hidup tanpa tujuan," kata politisi PKB ini.

Pihaknya juga mengajak  masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman-tanaman produktif. Selain memperkuat ketahanan pangan, modalnya sederhana karena cukup membutuhkan air dan kesabaran untuk menunggu tanaman berbuah. Hal itu dipandangnya mampu membantu ekonomi yang sedang sulit ini. Upaya sederhana ini dapat dimulai dengan menanam tanaman jenis toga seperti lombok dan tomat maupun tanaman jenis aneka bumbu dapur seperti kunyit, serai, dan lengkuas.

Bagi warga yang punya lahan yang lebih luas lagi bisa tanami kelapa atau tanaman-tanaman lain. Yang memiliki pekarangan kecil  bisa mulai program pembibitan saja atau dengan polybag. Modal air itu sudah juga bisa membantu ekonomi.

"Jadi kadang orang bingung harus kerja apa, harus makan apa, padahal sebenarnya masih banyak peluang di sekitar kita, apalagi di Kediri. Ini kan termasuk pedesaan. Selain tanahnya subur, hawa dan cuaca mendukung tanaman bisa tumbuh subur di sini. Dan jangan lupa bahwa tanaman apapun laku," ujar pria yang pernah ikut kontestasi Bupati Kediri pada 2009 lalu.

Lebih jauh disampaikannya bahwa menanam di kebun sekitar dengan tanaman produktif tidak hanya memperkuat ketahanan pangan namun juga menyediakan sayuran, buah, dan rempah secara mandiri. Selain menjadi usaha mencukupi kebutuhan gizi anggota keluarga, upaya ini juga menjadi sarana untuk menghemat dan menekan pengeluaran untuk biaya membeli kebutuhan dapur. Tidak hanya itu, apabila tanaman subur dan menghasilkan panen lebih dapat dijual untuk menambah penghasilan. Manfaat utama lainnya juga meningkatkan  konsumsi hasil segar, organik, dan  bebas pestisida dan mengurangi polusi. Lingkungan yang hijau juga menambah oksigen .

Pilihan tanaman bisa sayuran jenis kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, terong. Selain itu tanaman buah: mangga, jambu, pisang, pepaya dan jeruk. Selain itu, tanaman obat (TOGA) seperti jahe, kunyit, kencur, dan temulawak juga menjadi pilihan potensial. Terakhir, rempah dan bumbu dapur seperti serai, lengkuas, ataupun tanaman hias seperti  bunga mawar, melati, dan anggrek.

" Saat ini kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik baik saja. Di samping perang. Tantangan global juga semakin berat. Kita sudah berhasil lolos dari Covid 19, Insya Allah kita dapat lalui kondisi sulit ekonomi ini dengan baik"ujarnya mantan Ketua DPD PDIP Kabupaten Kediri ini yakin.

Dalam sambutan 15 menitnya anggota yang berangkat dari dapil Jatim VIII meliputi, kota dan kabupaten Kediri  akhirnya menutup reses dengan menawarkan warga  untuk membahas usulan yang akan diajukan dan menyampaikannya  kepada koordinator reses. .

"Saya sudah beberapa bulan ini mengajak memanfaatkan pekarangan kosong, karena melihat kondisi meramal ekonomi  ke depan yang kian tak meentu.  Tapi saya yakin masyarakat bisa karena kita sudah pernah menghadapii COVID-19, mereka akan juga bisa bertahan. Berhasil tidaknya ya tinggal kemauan niat masing masing.  Ada peluang nanam, tapi kalau gak ada niat kan gak nanam orang Sudah nyenyakan

Program sosialisasi menanam diawali dengan mengajak teman-teman deka yang sudah sukses dengan program tanamannya. Kemudian menggelaR workshop . Sekarang pemanfaatan lahan pekarangan kosong di sekitar rumah. untuk kegiatan lebih produktif.

"Saya mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman-tanaman produk ini. Jadi minimal itu bisa membantu ekonomi yang sedang sulit ini. Bisa berbentuk  mulai tanaman-tanaman toga dan kayak lombok, tomat itu kan masih bisa. Kalau ada pekaranan yang lebih luas lagi bisa tanami kelapa atau tanaman-tanaman lain. Jadi sekarang ini pembibitan saja dengan karangan kecil membuat lahan pembibitan dengan polybag saja, modal air itu sudah juga bisa membantu ekonomi. Jadi kadang orang harus kerja apa, harus makan apa, sebenarnya masih banyak peluang di sekitar kita, apalagi di Kediri. Ini kan termasuk pedesaan. Saya yakin setiap orang itu punya pekarangan yang kosong, kalau di perkotaan kan memang sulit. Keterbatasan lahan keterbatasan lahan," papar Erjik.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu